Advetorial Bank Kalsel

Melalui Produk iB Ar-Rahman, Bank Kalsel Layani Setoran Haji Mulai Usia 12 Tahun

Melalui Produk iB Ar-Rahman, Bank Kalsel Layani Setoran Haji Mulai Usia 12 Tahun

Melalui Produk iB Ar-Rahman, Bank Kalsel Layani Setoran Haji Mulai Usia 12 Tahun
banjarmasin post group/ mariana
Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di masa transisi antara Kementerian Agama dan Badan Pengelola Keuangan Haji pada 2014 lalu, Bank Kalsel sempat terhenti menjadi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPS-BPIH).

Namun pada Nopember 2018, Bank Kalsel secara resmi kembali menjadi BPS-BPIH. Bank Pembangunan Daerah di Kalsel ini melayani kebutuhan perencanaan keberangkatan Haji dengan produk tabungan haji iB Ar-Rahman.

Kebijakan antrian haji di Indonesia yang cukup lama hingga 20 tahun ke atas, membuat Bank Kalsel terus mendorong dan mensosialisasikan nasabah untuk menyetorkan dana lebih awal.

"Kepada para orangtua dapat menabungkan haji atas nama anaknya mulai usia 12 tahun. Sehingga setelah 20 tahun kemudian usia sudah proporsional, dan insya Allah dalam keadaan sehat dan dapat menunaikan ibadah haji secara lancar," ucap Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin kepada Banjarmasinpost.co.id

Kalsel menjadi provinsi kedua terbesar potensi jamaah haji dan umrah se Indonesia, melalui produk haji iB Ar-Rahman, diharapkannya Bank Kalsel mampu terus melayani masyarakat banua.

Selain itu, selaku BPD Agus berharap tidak hanya dana dari pemerintah namun juga Bank Kalsel dapat mengupayakan dana dari pihak ketiga dana non pemerintah yakni dana masyarakat secara umum.

Walaupun secara akumulasi 0,99 persen Unit Usaha Syariah (UUS) di Kalimantan tidak growth, kendati demikian UUS di Bank Kalsel tumbuh secara baik. Dikatakannya, pihak Bank Kalsel terus mengupayakan minat masyarakat banua dalam transaksi keuangan syariah.

"Melengkapi produk syariah di antaranya meningkatkan layanan jasa misalnya penerimaan setoran haji, kemudian melakukan diskusi dengan para pengusaha, yang ingin melakukan kegiatan pembiayaan usahanya dengan skema syariah," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved