Meraka Bicara

Membangun Keseimbangan Politik

Hampir di seluruh bidang kegiatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), politik menjadi faktor penentu dalam perjalanan kehidupan berbangsa

Membangun Keseimbangan Politik
net
Ilustarsi

Oleh: DR (CAND) MUHAMMAD RIYANDI FIRDAUS, Dosen STIA Tabalong/Penelitei Muda Lembaga Kajian Politik dan Pembangunan Daerah Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hampir di seluruh bidang kegiatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), politik menjadi faktor penentu dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti yang diungkapkan oleh Aristoteles menyatakan bahwa politik merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan dan ditempuh oleh masyarakat secara bersama-sama dalam mencapai kebaikan bersama.

Hal ini dapat diartikan menjadi 2 (dua) hal, pertama dilakukan secara bersama-sama dan kedua adanya sebuah tujuan yakni “kebaikan”. Usaha yang dilakukan dan ditempuh masyarakat secara bersama-sama ini melainkan adalah “murni” untuk mewujudkan sebuah kesejahteraan dalam menjalani kehidupan, sehingga dalam pada itu politik memiliki peran penting dan andil sangat besar sebagai alat untuk mencapai tujuan masyarakat dan negara.

Persepsi mendasar masyarakat luas seantero Nusantara kekinian tentang politik sangat erat kaitannya dengan authority (baca : kekuasaan), terlebih lagi ketika para aktor (elitee) politik seringkali terjaring kasus yang melanggar etika seperti suap lelang jabatan, OTT korupsi, kebijakan tidak tepat sasaran dan lain sebagainya.

Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi “pergeseran makna” terhadap politik akibat pola dan tingkah laku para “aktor” (oknum) politik sehingga menyebabkan masyarakat apatis terhadap politik. Sejatinya politik sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui politik, sebuah kebijakan dapat di tentukan, harga pangan dapat (masih) terkendali serta keseimbangan negara dapat terjaga.

Hakikat Politik
Makna politik akan semakin terkikis jika politik hanya dipahami sekedar urusan merebut, membagi serta mempertahankan kekuasaan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Hakikat politik sejatinya adalah sebagai ruang partisipasi rakyat, kepentingan rakyat serta kesejahteraan rakyat.

Sebagai ruang partisipasi rakyat, politik menjadi wadah bagi rakyat dalam ikut serta dalam proses pengambilan keputusan (decission making).

Partisipasi tersebut dapat diwujudkan jika sarana dan prasarana serta akses bagi masyarakat tersedia secara keseluruhan.

Politik yang berhubungan langsung dengan sistem negara, terlebih lagi di alam demokrasi harus seutama mungkin mengatasnamakan kepentingan rakyat (public interest), dimana secara umum demokrasi mengandung arti segala sesuatunya berasal dari rakyat, untuk rakyat dan akan kembali kepada rakyat.

Output dari hal tersebut tentunya akan menjadi sebuah kesejahteraan jika para aktor politik dalam penerapannya meninggalkan seluruh “baju” kepentingannya masing-masing. Tetapi terkadang hal tersebut hanyalah selalu menjadi “tema” utama orasi para elite politik, terlebih ketika pemilihan umum semakin dekat.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved