Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO : Pedagang Pasar Ahad Kertakhanyar Ngeluruk ke Kantor Bupati Banjar Tuntut Ini

Perwakilan pedagang Pasar Ahad, Kecamatan Kertakhanyar, Kabupaten Banjar, ngeluruk ke kantor Bupati Banjar di Jalan A Yani, Martapura.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Perwakilan pedagang Pasar Ahad, Kecamatan Kertakhanyar, Kabupaten Banjar, ngeluruk ke kantor Bupati Banjar di Jalan A Yani, Martapura, Rabu (27/02/2019) siang. Tujuan mereka beraudiensi dengan pejabat Pemkab Banjar.

Di hadapan pejabar Pemkab Banjar tersebut, para perwakilan pedagang tersebut mengeluhkan makin menjamurnya aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Pemurus yang persis terletak di sebelah kanan Pasar Ahad. Aktivias PKL tersebut secara nyata menyebabkan dagangan mereka sepi.

Umumnya masyarakat memilih membeli barang kebutuhan kepada PKL tersebut karena lebih mudah dijangkau dan bisa berbelanja sambil lewat tanpa harus parkir. Sedangkan jika berbelanja ke Pasar Ahad mesti masuk ke area pasar, membayar retribusi parkir, dan naik ke lantai dua, tempat pedagang berjualan.

Mereka berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret dan cepat menertibkan PKL tersebut.

"Jika tidak, maka kami tidak akan membayar retribusi harian sebesar Rp 3.000 hingga PKL di Jalan Pemurus tersebut dibersihkan," tegas H Saibani, juru bicara perwakilan pedagang Pasar Ahad.

Baca: Camat Kertakhanyar Sebut Sulit Menindak PKL Pemurus, Ini Kendalanya

Baca: SESAAT LAGI! Live Streaming Home United vs PSM Makassar di Piala AFC 2019, Cek Link MNC TV Malam ini

Baca: Air Irigasi Riam Kanan Dialirkan Kamis (28/2/2019), Warga Diimbau Tidak Lakukan Aktivitas di Sungai

Ia kemudian membacakan enam poin tuntutan pedagang Pasar Ahad yakni meminta pemerintah membubarkan PKL di sepanjag Jalan Pemurus dan lahan/ halaman rumah warga.

Meminta pemerintah menginbau pemilik lahan atau halaman rumah agar tidak lagi disewakan kepada para PKL, menolak pindahan PKL Jalan Pemurus ke halaman parkir.

Bersedia menerima pindahan PKL Jalan Pemurus ditempatkan di lantai dua Pasar Ahad. Jika tidak, maka tidak akan membayar retribusi hingga PKL benar-benar bubar dan tidak lagi berjualan di sepanjang Jalan Pamurus.

"Tuntutan keenam, jika kelak para PKL Jalan Pemurus kembali muncul (berjualan), maka kami akan kembali menghentikan pembayaran retribusi," sebut Saibani.(banjarmasinpost.co.id /Idda Royani/Hasby Suhaily)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved