Berita Kotabaru

Petani dan Koperasi Sawit Kotabaru Datangi Pabrik PT BLL Menuntut Kenaikan Harga

Mereka hampir saja menutup Pabrik Sawit PT BLL (Banua Lawas Lestari) karena petani dan koperasi dianggap memberatkan dan pihak petani dan koperasi

Petani dan Koperasi Sawit Kotabaru Datangi Pabrik PT BLL Menuntut Kenaikan Harga
BANJARMASINPOST.co.id/man hidayat
Petani Karet dan Koperasi Saat mendatangi Pabrik karet PT Banua Lawas Lestari (BLL) di Kelumpang hulu menuntut perbaikan harga karet, Rabu (27/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sejumlah Petani Sawit dan Koperasi Produsen Borneo Sejahtera Kecamatan Kelumpung Hulu Kabupaten Kotabaru, Rabu (27/2/2019), mendatangi Pabrik Sawit yang ada di wilayah tersebut.

Mereka hampir saja menutup Pabrik PT BLL (Banua Lawas Lestari) karena petani dan koperasi dianggap memberatkan dan pihak petani dan koperasi tidak pernah dibantu apalagi pupuk. Selain itu, belakangan ini harga sawit juga sangat rendah dan di bawah ketentuan Dinas Perkebunan Provinsi Kalsel.

Saat itu, suasana sempat memanas di depan pagar pabrik. Beruntung pihak Polsek Kelumpang Hulu yang dipimpin Iptu GM Angga Satria Wibawa dan Danramil Lettu Supriyanto bisa meredam amarah kedua belah pihak.

Bersama Camat Kelumpang Hulu, Zainal Abidin, akhirnya pihak managemen pabrik dan petani serta Koperasi akhirnya mau duduk bersama di dalam kantor pabrik tersebut. Hanya saja, petani dan koperasi hanya diwakilkan 10 orang saja untuk mencari solusi.

Baca: NEWSVIDEO : Pedagang Pasar Ahad Kertakhanyar Ngeluruk ke Kantor Bupati Banjar Tuntut Ini

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming MNC TV Home United vs PSM Makassar di Grup H Piala AFC 2019

Baca: Live Beinsports 2! Link Live Streaming Real Madrid vs Barcelona El Clasico di Liga Spanyol Pekan 26

Namun sayangnya, saat pertemuan dimulai pada Rabu (27/2/19) mulai pukul 11.00 wita berjalan alot bahkan berlangsung hingga pukul 15.00 wita. Sebab, kedua belah pihak sama-sama mengotot dengan prinsipnya masing-masing.

Bahkan saat ada hasil mau diketik sebagai berita acara, pihak perusahaan kembali meralat karena mengaku pihaknya dirugikan. Akibatnya, pembahasan kembali berlanjut hingga akhirnya ada kata sepakat untuk menerbitkan berita acara untuk ditindaklanjuti.

Kesimpulan dari pertemuan yang dipimpin Camat Kelumpang Hulu Zainal Abidin, tertuang dalam berita acara. Ada sebanyak 6 poin, karena tuntutan pihak petani dan koperasi tidak bisa dilaksanakan, sebab pihak PT BLL tidak bisa mengambil keputusan dari Direksi dan saat itu hanya dihadiri Manager PT BLL Kelumpang Hulu, Noto Suroto.

Kesimpulan pertemuan itu di antaranya, kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti permalahan itu melalui Pemerintah Daerah untuk pertemuan selanjutnya. Koperasi Borneo Sejahtera dan petani swadaya menuntut kenaikan harga sesuai dengan ketentuan Dinas Pekerkebunan Provinsi Kalsel.

Selain itu, koperasi dan petani meminta agar pihak managemen bisa menghadirkan pengambil keputusan saat difasilitas Pemda. Sebab bila tidak, mereka akan melakukan penutupan operasional PT BLL.

Baca: Ratusan Siswa dari 18 SMA di Batola Ikuti Olimpiade Sains Nasional, Siswa Terbaik ke OSN Provinsi

Baca: Kedapatan Simpan Paketan Sabu, Warga JL AES Nasution Ini Digelandang ke Ditnarkoba Polda Kalsel

Baca: Sosok Ini Ungkap Alasan Reino Barack Lebih Pilih Nikahi Syahrini Ketimbang Luna Maya, Kecewa?

Sementara itu, poin selanjutnya, PT BLL siap membahas harga saat difasilitasi daerah. PT BLL juga keberatan bila sampai ada penutupan lantaran pihak manajemen tak hadir sehingga menyerahkannya ke pihak Pemda untuk pemberian sanksi.

Halaman
12
Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved