Berita HSU

Bahan Mengandung Boraks Sangat Bahaya Dikonsumsi, Ini Penyakit yang Siap Mengancam

Ternyata mengkonsumsi makanan yang mengandung ada unsur boraks membahayakan kesehatan.

Bahan Mengandung Boraks Sangat Bahaya Dikonsumsi, Ini Penyakit yang Siap Mengancam
BPOM HSU utuk Banjarmasinpost.co.id
Bahan pengembang mengandung boraks yang diamankan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Ternyata mengkonsumsi makanan yang mengandung ada unsur boraks membahayakan kesehatan.

Hal ini diungkapkan Kepal Kantor Badan POM di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Bambang Hery Purwanto S.Farm, Apt kepada Banjarmasinpost.co.I'd, Kamis (28/2/2019) siang.

Menurut Bambang mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks dalam jumlah berlebih akan menyebabkan gangguan kesehatan.

"Jika mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks dalam jumlah berlebihan akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal," paparnya mengayakan untuk barang tersebut berasal dari Jawa.

Baca: VIDEO Bupati Batola Turun Langsung Jelaskan Cara Gunakan Obat Pembasmi Jentik Nyamuk Kepada Warga

Baca: Tak Terima Sikap Oknum Dishub, Puluhan Ojek Online Datangi Balai Kota Banjarmasin

Sebelumnya, Petugas gabungan kantor Badan POM di Kabupaten Hulu Sungai Utara beserta Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi. Dan UMKM Kabupaten Hulu Sungai Utara telah mengamankan 2.094 Kg pengembang yang mengandung boraks, Kamis (28/2/2019),

Ternyata barang Bleng Cap Djago ini banyak digunakan untuk pengembang krupuk.

Hal ini diungkapkan Kepal Kantor Badan POM di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Bambang Hery Purwanto S.Farm, Apt kepada Banjarmasinpost.co.I'd, Kamis (28/2/2019) siang.

Menurut Bambang, bahan ini banyak digunakan untuk obat kerupuk dimana untuk pengembang. Yang mana bentuk bahannya yakni batangan keras dan prosesnya dilarutkan airt dan kemudian dicampur krupuk.

Pihaknya sendiri menemukan 2.094 kg bahan ini di dua toko di Pasr Amuntai milik HU dan AB. Dan pemilik toko nantinya akan pihaknya mintai keterangan.(Banjarmasinpost.co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved