Berita Tanahbumbu

Proyek Rusunawa 2017 Depan Pemkab Tanahbumbu Mangkrak, Daerah Belum Mau Terima Hibah

Bangunan dikerjakan sejak 2017, belum bisa di tempati sesuai ditargetkan akhir 2017 lantaran pembangunan belum rampung.

Proyek Rusunawa 2017 Depan Pemkab Tanahbumbu Mangkrak, Daerah Belum Mau Terima Hibah
banjarmasin post group/ helriansyah
MANGKRAK - Rusunawa di sekitar lokasi pekantoran Pemkab Tanbu terkesan mangkrak. Bangunan belum ditempati hingga sekarang sejak dibangun mulai 2017 lalu. 

Sedangkan Disperkimtan baru ada 2017 dan oleh pemerintah pusat waktu itu, semua proses seperti lahan (tanah) dan segala macamnya diproses.

Baca: Bisa Menjangkau Medan Ekstrem, Alasan DPRD Kalsel Beli 4 Mobil Operasional Baru Senilai Rp 2,4 M

Baca: Jadwal Persib Bandung vs Persija Jakarta di Perempatfinal Piala Indonesia 2018 Terancam Batal

Untuk pelaksanaan di tahun adanya Disperkimtan. "Melaksanakannya APBN, lelangnya juga di sana. Kita (Disperkimtan) tidak tahu persis. Sampai di tahun 2018 keadaannya (rusunawa) seperti itu," ujarnya.

Terkait kondisi rusunawa yang ada saat ini, sempat beberapa kali menerima surat kesediaan pemerintah daerah (Tanbu) menerima hibah.

"Koordinasi bupati dengan kondisi (Rusunawa) yang ada, apakah siap menerika dengan kondisi seperti itu. Secara akal sehat kan tidak mungkin, bisa dilihat. Belum maksimal kalau dibilang layak huni," katanya.

Disinggung mengenai persentase kemajuan fisik, tambah Edi, versi BPK sampai 2018 akhir mencapai 80 persen.

"Sebenarnya bukan ranah kami (Disperkimtan) menjawab. Karena tidak tahu persis. Kami tidak ada hadir di sana, sifatnya Perkimtan ketika selesai dihibahkan baru mencoba menata, mengisi. Membuatkan regulasi mengenai harga sewa," katanya.

Ditanya apa menjadi pertimbangan pemerintah daerah tidak menerima hibah, Edi menilai belum layak karena belum tersedia air bersih. Selain masih proses pengerjaan pihak ketiga untuk penyelesaian pekerjaan seperti pemasangan tehel. Termasuk pintu dan mebeler yang belum semua masuk ke dalam rusunawa.

"Entah sudah cukup yang di dalam mebeler atau belum," tandas Edi.

Kembali ditanya apakah pemerintah daerah mau menerima setelah rusunawa siap dioperasikan? "Ya betul," pungkas Edi.

Sementara hingga berita diturunkan belum didapat konfirmasi resmi dari satuan kerja (Satker) terkait proyek tersebut. (banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved