Berita Batola

Ekspresi Bupati Batola Mendengar Pengakuan Warganya yang Lebih Suka Minum Air Mentah Sungai Barito

Di zaman gencarnya pelayanan air bersih untuk keperluan air minum, ternyata masih ada saja warga yang minum air sungai mentah tanpa dimasak

Ekspresi Bupati Batola Mendengar Pengakuan Warganya yang Lebih Suka Minum Air Mentah Sungai Barito
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (1/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Di zaman gencarnya pelayanan air bersih untuk keperluan air minum, ternyata masih ada saja warga yang minum air sungai mentah tanpa dimasak.

Seperti yang dilakukan oleh Adariah (59), warga RT 5, Berangas Barat, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola.

“Kami sekeluarga sudah terbiasa minum air mentah Sungai Barito selama puluhan tahun tanpa dimasak. Cucu saya sudah 11 orang. Alhamdulillah saya dan cucu sehat-sehat saja,” kata Adariah, saat acara pencanangan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus, Kamis (28/2) siang, di Puskemas Berangas, Kecamatan Alalalak, Kabupaten Batola.

Menurut Adariah, kebiasaan minum air mentah tanpa dimasak langsung dari Sungai Barito yang berwana keruh itu sudah berlangsung puluhan tahun, termasuk anak dan cucunya.

Baca: Dewi Perssik Bongkar Hubungan Suami Ashanty, Anang Hermansyah dengan Kakaknya Saat Jenguk Ayahnya

Baca: Pesan Gading Marten Pada Calon Gisella Anastasia, Agar Lakukan Ini Demi Gempita Usai Resmi Bercerai

Baca: Hari Ini, Pendaftaran UTBK Dibuka, Simak Tahapan dan Biaya Tesnya, Jadi Syarat Ikut SBMPTN 2019

Baca: Ini Pesan Satlantas Polres Banjar Bagi Jamaah Haul Guru Sekumpul, Tronton & Trailer Diminta Libur

Kebiasaan minum air mentah ini juga banyak dilakukan ratusan warga RT 5 Berangas Barat yang berada di pinggiran sungai.

“Kalau minum air bajarang (masak) justru di lidah nggak enak. Lebih nyaman minum langsung air mentah keruh dari Sungai Barito. Kaya apalah rasanya kalau minum air dimasak. Kaya ada rasa manis,” katanya.

Diakuinya, selama satu bulan terakhir, memang ada penjual air leding dengan galon keliling di kawasan RT 5 Berangas Timur.

Namun dirinya tetap tidak tertarik dengan air galon yang dijual keliling tersebut.

“Nggak tertarik kami dengan air galon pedagang. Meski air Sungai Barito warnanya keruh, tetap langsung kita minum tanpa dimasak. Buktinya kami sekeluarga sehat saja, seperti yang Anda lihat,” kata Adariah.

Bupati Batola, Hj Normiliyani yang mendengar cerita Adariah tampak terkejut.

Mata Noormiliyani pun memandang tajam mata Adariah.

“Benarkah cerita piyan bu. Ibu minum air sungai tanpa dimasak. Ibu tahu nggak, Sungai Barito itu saat ini sudah tercemar tinja manusia. Banyak virusnya. Kalau ibu minum langsung, saya khawatir ibu akan sakit. Kalau ibu bisa sehat minum air mentah sungai itu kuasa Allah bu. Allah melindungi ibu sekeluarga,” kata Normiliyani sambil memegang pundak Adariah.

Normiliyani menyatakan mungkin saja tubuh ibu Adariah masih kuat menahan virus-virus air Sungai Barito.

Namun lama-kelamaan tubuh tentu tak akan kebal terhadap berbagai virus air Sungai Barito.

“Bu, nanti perlahan ibu berperilaku hidup sehat ya bu. Jangan minum air mentah sungai lagi ya. Masak airnya dulu. Kalau perlu beli air bersih dijual pedagang. Ajari anak-anak dan cucu ibu, untuk berperilaku hidup sehat yaa bu. Ini juga pekerjaan rumah, Dinas Kesehatan, tolong edukasi warga untuk hidup sehat,” pinta Normiliyani.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved