Berita Internasional

VIRAL Pendeta Hidupkan Orang Mati, Pengelola Pemakaman Marah, yang Terjadi Selanjutnya Bikin Miris

Sekelompok pengelola pemakaman di Afrika Selatan berang dengan aksi seorang pendeta yang mengaku bisa menghidupkan orang mati.

VIRAL Pendeta Hidupkan Orang Mati, Pengelola Pemakaman Marah, yang Terjadi Selanjutnya Bikin Miris
Grid.ID
Foto ini diambil dari video yang memperlihatkan Pendeta Alph Lukau membangkitkan seorang pria yang diyakini sudah meninggal dunia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sekelompok pengelola pemakaman di Afrika Selatan berang dengan aksi seorang pendeta yang mengaku bisa menghidupkan orang mati.

Pengelola pemakaman ini lantas mengugat pendeta menyusul viralnya video tersebut.

Mengutip BBC via Kompas.com, Kamis (28/2) sebelumnya beredar video yang memperlihatkan Pendeta Alph Lukau berteriak "bangkitlah" ke seorang pria yang terbaring di dalam peti mati.

Lantas setelah Lukau berteriak, pria di dalam peti mati itu terbangun.

Sorak sorai umat sang pendeta pun pecah melihat kejadian ini.

Berang mengetahui hal ini, pengelola pemakaman di Afrika Selatan mengatakan video ini hanya tipuan semata.

Bahkan aksi pendeta ini malah menjadi bahan olok-olokan masyarakat setempat.

Baca: Saking Idolanya dengan Vanessa Angel, Rian Pengusaha Tambang Nekat Bayar Rp 80 Juta Sekali Kencan

Baca: Pakai Tangan Kosong, 4 Warga Banjarmasin Taklukan Ular Piton 5 Meter, Ibu-ibu Berteriak Hiteris

Baca: Ada Aliran Kepercayaan Tolak Pemilu di Kotabaru, Tim Pakem Pun Bergerak Cepat Lakukan ini

"Tak ada yang namanya mujizat," demikian pernyataan Komisi untuk Promosi dan Perlindungan Budaya, Agama, dan Komunitas Linguistik (CRL Right Commission) Afrika Selatan.

"Semua ini hanya rekayasa untuk mendapatkan uang dari ketidakberdayaan warga," tambah lembaga resmi pemerintah Afrika Selatan itu.

Tiga perusahaan pengelola pemakaman kini mengambil langkah hukum karena menilai aksi ini merusak reputasi mereka.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved