Mereka Bicara

Ujian Kejujuran Semua Pihak, Jelang Pelaksanaan UNBK

Hajatan nasional, yakni Ujian Nasional (UN) atau kini UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tidak akan lama lagi kembali tiba.

Ujian Kejujuran Semua Pihak, Jelang Pelaksanaan UNBK
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Siswa SMPN 1 Tapin Tengah dan SMPN 2 Piani di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan terpaksa ikut simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Rantau. 

Wahyudi SPd, Peminat Masalah Sosial

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hajatan nasional, yakni Ujian Nasional (UN) atau kini UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tidak akan lama lagi kembali tiba. Di tahun ini, UNBK SMK akan dilaksanakan pada 25 - 28 Maret. Sedangkan SMA pada 1 - 8 April. Kemudian untuk SMP pada 22 - 25 April.

Pastinya setiap siswa telah menempuh persiapan mental, spiritual dan persiapan teknis lainnya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi saat ini mengungkapkan bahwa UN bukan lagi sekedar alat untuk mengevaluasi kemampuan menghafal siswa. Akan tetapi lebih kepada kemampuan kreatifitas dan kemampuan kritis siswa.

Meskipun UN saat ini sebagai alat pemetaan, bukan lagi sebagai penentu kelulusan. Tetapi perhelatan Ujian Nasional (UN) kali ini akan menjadi ajang kompetisi pertaruhan prestise dan prestasi bagi sisiwa, keluarga dan bahkan daerah. Hal ini sebagai tujuan utama yang ditempuh, mengingat bahwa setiap sekolah dan daerah menginginkan “menyandang” citra sebagai sekolah dan daerah berkualitas pendidikan tinggi.

Kondisi ini sah-sah saja, dengan “catatan” selama cara yang ditempuh oleh siswa, sekolah dan bahkan daerah haruslah dengan kejujuran. Kejujuran inilah sesungguhnya sebagai esensi subtansial yang harus menjadi semangat oleh semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UN.

Integritas dan kejujuran merupakan tradisi dan energi dunia pendidikan yang wajib dihidupkan dan diwujudkan oleh kita semua. Apalah artinya jika UN hanya menumbuhkan sikap ketidakjujuran yang justru akan mereduksi sakralitas pendidikan itu sendiri.

Langkah pemerintah untuk meminimalisir terjadi kecurangan UN dengan adanya UN utaman, UN susulan dan UN perbaikan sangat tepat dan setidaknya mebantu mereduksi terjadinya ketidakjujuran yang biasa mewarnai penyelenggaraan UN pada para sisiwa dengan cara saling mencontek, dan bahkan ada pihak sekolah memberi bocoran jawaban.

Dengan adanya UN utama, UN susulan dan UN perbaikan, artinya jika tidak bisa mengikuti UN utama, maka bisa berkesempatan mengikuti UN susulan dan bahkan jika belum puas dengan hasil akhir maka dapat mengikuti perbaikan melalui UN perbaikan.

***

UN yang notabene bukan lagi sebagai penentu kelulusan,dengan demikian sudah saatnya UN sebagai momentum untuk membangun kembali spirit belajar sisiwa untuk menjadikannya sarana belajar yang menyenangkan dan menggembirakan.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved