Berita Kalteng

Pemprov Kalteng Minta YLKI Turun Tangan Terkait Tingginya Harga Tiket Pesawat

MELONJAKNYA harga tiket pesawat hingga bagasi berbayar yang belakang diterapkan oleh maskapai penerbangan, menjadi perhatian Pemprov Kalimantan Tengah

Pemprov Kalteng Minta YLKI Turun Tangan Terkait Tingginya Harga Tiket Pesawat
Banjarmasinpost.co.id/faturahman
Aktitifitas armada udara di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalteng. Setelah kenaikkan harga tiket dan bagasi berbayar aktifitas angkutan barang dan penumpang berkurang drastis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - MELONJAKNYA harga tiket pesawat hingga bagasi berbayar yang belakang diterapkan oleh maskapai penerbangan, menjadi perhatian Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pemprov Kalteng kemudian berinisiatif, mengajukan surat resmi kepada operator penerbangan maupun ke Dirjen Penerbangan, agar harga tidak melewati batas atas flapon harga tertinggi.

Kepala Seksi Angkutan, Dinas Perhubungan Kalteng, Terjo Piu mengatakan, soal kenaikkan harga tiket pesawat maupun bagasi berbayar tersebut memang banyak dikeluhkan masyarakat, karena perubahan harganya sangat signifikan dan memberatkan pengguna armada udara tersebut.

Dikatakan dia, keluhan pengguna armada pesawat sangat banyak soal kenaikkan itu, sehingga Pemprov Kalteng, akhirnya membuat surat resmi agar kenaikkan harga tiket dan bagasi berbayar di tinjau ulang, sehingga tidak memberatkan pengguna armada udara tersebut.

Baca: India Habiskan Rp6,4 T Bangun Patung Dua Kali Ukuran Patung Liberty di Atas Penderitaan Rakyatnya

Baca: Tiket Pesawat Mahal Warga Palangkaraya Kurangi Perjalanan Keluar Daerah

Baca: Bocoran Resepsi Syahrini dengan Eks Luna Maya, Reino Barack Pada Hotman Paris, Siapa yang Diundang?

"Kami sudah usulkan agar kebijakan operator atau maskapai itu, bisa ditinjau ulang atau jangan sampai menaikkan harga tiket diatas flapon yang telah ditetapkan. Bahkan, kami juga meminta Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) turut melakukan pengawasan soal kenaikkan harga tiket tersebut, agar tidak memberatkan pengguna armada udara," ujarnya.

Namun sebut dia, sampai kini masih belum ada kebijakan untuk penurunan harga tiket pesawat tersebut termasuk membebaskan barang masuk bagasi tanpa membayar dalam berat tertentu.

"Kami langsung respon keluhan warga Palangkaraya terkait kenaikkan harga tersebut, dan menunggu keputusan pengambil kebijakan dalam bisnis penerbangan tersebut," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved