Berita Kalteng

Tiket Pesawat Mahal Warga Palangkaraya Kurangi Perjalanan Keluar Daerah

Naiknya tarif penerbangan sangat dirasakan warga yang selama ini memanfaatkan angkutan udara tersebut.

Tiket Pesawat Mahal Warga Palangkaraya Kurangi Perjalanan Keluar Daerah
Banjarmasinpost.co.id/faturahman
Aktitifitas armada udara di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalteng. Setelah kenaikkan harga tiket dan bagasi berbayar aktifitas angkutan barang dan penumpang berkurang drastis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Naiknya tarif penerbangan sangat dirasakan warga yang selama ini memanfaatkan angkutan udara tersebut.

Betapa tidak, jika dulunya harga tiket masih kisaran dibawah Rp1 juta, tujuan Palangkaraya ke Jakarta atau Surabaya, saat ini rata-rata diatas Rp1,5 juta perorang.

Parahnya lagi, ini belum termasuk pengenaan tarif baru untuk membawa barang yang melebihi target yang dimasukkan ke bagasi pesawat untuk berat tertentu, sehingga bagi sebagian warga Kota Palangkaraya, memilih menahan diri untuk bepergian keluar Kalteng terutama ke Surabaya atau Jakarta yang menggunakan jalur udara.

"Selama ini biasanya saat liburan, kami masih bisa bepergian menggunakan pesawat ke Jakarta atau Surabaya, karena harga masih murah rata-rata dibawah Rp1 juta, tetapi saat ini, ga ada lagi harga segitu, rata-rata berkisar antara Rp1,8 juta perorang, padahal sepekan lalu, masih ada kisaran Rp1,2 juta, tapi sekarang naik lagi," ujar Khairul, salah seorang pedagang di Palangkaraya, Minggu (3/3/2019).

Baca: Bocoran Resepsi Syahrini dengan Eks Luna Maya, Reino Barack Pada Hotman Paris, Siapa yang Diundang?

Baca: Jadwal All England 2019 Mulai 6 April : Marcus/Kevin, Jonatan Christie & Anthony Ginting Main

Baca: Cuma Dibatasi Kaca dan Pintu, Inilah Momen Ani Yudhoyono Bertemu Cucu di Rumah Sakit

Khairul, mengatakan, saat ini lebih banyak mengirim barang, bahkan ikut langsung dalam pengiriman barang untuk di kirim dari Jakarta atau Surabaya untuk didagangkannya di Palangkaraya lewat kapal laut daripada pesawat udara."Harganya mahal, sehingga naik kapal, agar ketika barang dijual ke pelanggan, tidak dinaikkan harganya," ujarnya.

Sementara itu, laporan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Yomin Tofri, menyebutkan, berdasarkan catatan untuk aktifitas pengiriman barang dan penumpang pesawat udara di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya dalam semester II tahun 2018, terjadi penurunan frekuensi penerbangan secara konsisten hingga Desember 2018 (1.836 penerbangan).

Penurunan juga dalam BulanJanuari 2019 (1.655 penerbangan).

Penurunan sebesar 9,86 persen di awal tahun 2019, menyebabkan berkurangnya aktivitas penumpang (11,29 persen) dan volume barang (8,59 persen).

"Pola yang sama juga terjadi pada bulan yang sama tahun lalu. Penurunan frekuensi penerbangan sebesar 17,00 persen, berdampak pada berkurangnya aktivitas penumpang (22,05 persen) dan volume bongkar dan muat barang (18,78 persen)," ujarnya.

Dari keseluruhan jumlah penumpang selama Januari 2019 (136.402 orang), layanan aktivitas penumpang masih didominasi oleh Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya yang mencapai 62.882 orang (46,10 persen).

"Ini salah satunya akibat dampak perubahan harga tiket pesawat yang berfluktuasi dalam beberapa bulan ini," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved