Berita Olahraga

Atlet Disabilitas Asal Kalsel Mewakili Indonesia di Ajang Internasional di Dubai

Selain mengirimkan sembilan atlet tuna grahita atau penyandang disabilitas intelektual mental, berlaga di Special World Olympic Games (SWOG) 2019

Atlet Disabilitas Asal Kalsel Mewakili Indonesia di Ajang Internasional di Dubai
kiriman Dina untuk bpost
Kiri :Dina Fuji Utami (Youth Leader) Tengah :Septia Sri Rahayu (Athlete Leader) Kanan : Septi Aryanti, M. Pd (Mentor) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain mengirimkan sembilan atlet tuna grahita atau penyandang disabilitas intelektual mental, berlaga di Special World Olympic Games (SWOG) 2019 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Pengurus Daerah Special Olympic (Pengda SOIna) Kalsel juga menjadi wakil Indonesia di Global Youth Leadership Summit 2019 di tempat yang sama.

Youth Leader Relawan SOINA Pengda Kalsel, Dina Fuji Utami mengatakan di ajang ini ada tiga wakil Kalsel yang dikirim ke Abu Dhabi, Dubai.

"Saya, Athlete Leader Septia Sri Rahayu yang juga atlet Bocce SOINA Pengda Kalsel dan Mentor Septi Aryanti, M. Pd Guru dan Dosen," kata Dina dihubungi Senin (4/3/2019).

Di ajang ini kata Dina, Septia Sri Rahayu berlomba untuk bersaing ide dan gagasan inklusi untuk memajukan dan menyamaratakan anak-anak berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual.

Baca: Jadwal MotoGP Qatar 2019, Catat! Balapan Tetap Dimulai Tengah Malam, Ini Permintaan Rossi?

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI Leg Kedua 16 Besar Liga Champion, Madrid vs Ajax, PSG vs Man United

Baca: Live Streaming Indosiar! Jadwal Persita vs Persela Lamongan Piala Presiden 2019 Grup E Hari Ini

"Sebelumnya kami mengikuti seleksi pengajuan proposal dan interview berbahasa inggris. Alhamdulillah dari Indonesia yang terpilih Kalsel dan Yogyakarta untuk mewakilinya," tambah Dina.

Satu tim terdiri dari tiga orang yakni satu orang athlete Leader, satu orang Youth Leader (Pemuda non disabilitas, sebagai partner) dan satu orang mentor.

Kegiatan Global Youth Leadership Summit 2019 adalah rangkaian dari kegiatan Special Olympics World Summer Games 2019.

Bedanya mereka tidak berlomba dalam hal olimpiade olahraga.

"Kami presentasi, lomba ide dan gagasan dengan mengangkat Unified Camping Party Unity in Diversity," lanjut dia.

Kegiatan Unified yang artinya ada anak disabilitas intelektual dan non intelektual berkumpul menjadi satu dalam satu tempat satu kegiatan.

"Menyamaratakan hak sebagai "pemuda" tanpa ada diskriminasi. Kenapa tema ini dipilih. Soalnya kami prihatin dengan Anak disabilitas Intelektual yang tidak bisa menyalurkan bakatnya untuk travelling explore Kalsel padahal kalsel punya alam yang luarbiasa indah," lanjut dia.

Orangtua mereka tidak mengizinkan dalam artian khawatir untuk melepas pergi karena teman yang sama memiliki hambatan intelektual.

"Dengan adanya ide kegiatan Unified Camping Party, anak disabilitas dengan hambatan intektual bakal punya teman baru lagi/teman sebaya non disabilitas dan ortu anak disabilitas ini bakal tidak khawatir lagi jika anaknya bepergian," jelas dia.

Sementara untuk rangkaian dari kegiatan Unified ini ada Camping Party, One Day with People with Disability dan Videos and Photos Competition.

Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved