Berita Internasional

Diekstradisi Petinggi Huawei Meng Wanzhou Disebut Suatu Insiden Politik yang Bengis!

Petinggi Huawei Meng Wanzhou melalui kuasa hukumnya memutuskan untuk mengajukan gugatan hukum kepada Kanada.

Diekstradisi Petinggi Huawei Meng Wanzhou Disebut Suatu Insiden Politik yang Bengis!
AFP/CTV
Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou setelah sidang jaminan di Pengadilan Tinggi British Columbia di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 11 Desember 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, VANCOUVER - Petinggi Huawei Meng Wanzhou melalui kuasa hukumnya memutuskan untuk mengajukan gugatan hukum kepada Kanada.

Langkah itu diambil setelah Kanada memulai proses ekstradisi Chief Financial Officer itu ke Amerika Serikat, dan membuat geram China.

Meng ditangkap di Vancouver atas permintaan AS pada 1 Desember ketika tengah menempuh penerbangan lanjutan, dllaporkan AFP Minggu (3/3/2019).

Diwartakan BBC, dalam gugatan yang didaftarkan di Mahkamah Agung British Columbia, Meng menuntut Kepolisian Kanada (RCMP), Badan Perbatasan Kanada (CBSA), dan agensi lain.

Pengacara Howard Mickelson dan Allan Doolittle dalam keterangan resmi menyatakan Meng merasa hak konstitusionalnya sudah dirusak.

Baca: Syahrini & Reino Barack Sudah Blak-blakan Soal Nikah, Denny Darko: Cinta Luna Maya Sudah Tertusuk!

Baca: Jadwal Lengkap MotoGP 2019, Bulan Maret Ada Siaran Langsung Trans7, Marquez & Valentino Rossi Tampil

Baca: Syahrini dan Mantan Luna Maya Posting Foto Lamaran, Paris Hilton Sematkan Tanda Cinta Dikomentarnya

"Karena itu, beliau mencari ganti rugi atas kesalahan baik dalam penegakan hukum maupun pemenjaraan dirinya," ujar Mickelson dan Doolittle.

Petinggi berusia 47 tahun itu mengaku petugas CBSA menggeledah dan menginterogasinya dengan alasan palsu sebelum dia ditahan RCMP.

Selama tiga jam interogasi, petugas menggeledah ponsel, komputer, serta barang bawaan Meng yang lain, dianggap sebagai pelanggaran hak pribadinya.

"Penahanan beliau cacat hukum dan petugas tidak memberi alasan mengenai penangkapan serta hak sepeti diam saat interogasi," ucap Mickelson dan Doolittle.

Gugatan hukum itu didaftarkan Jumat (1/3/2019), hari yang sama ketika Departemen Kehakiman Kanada memulai proses penyerahan Meng ke AS.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved