Berita Tabalong

Manfaatkan Jelantah Jadi Biodiesel, Bumdes Maburai Gencar Melakukan ini

Bumdes Berkah Bersama Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak saat ini tengah berupaya mengumpulkan jelantah dari masyarakat.

Manfaatkan Jelantah Jadi Biodiesel, Bumdes Maburai Gencar Melakukan ini
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Jelantah dibubah jdi biodiesel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Bumdes Berkah Bersama Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak saat ini tengah berupaya mengumpulkan jelantah dari masyarakat.

Jelantah merupakan minyak sisa penggorengan, minyak goreng memang sebaiknya hanya digunakan untuk tiga kali penggorengan dan dibuang setelahnya.

Karena jika digunakan terus menerus akan merusak kesehatan bahkan menjadi salah satu penyebab penyakit kanker.

Sedangkan jelantah jika dibuang langsung juga akan merusak lingkungan.

Karenanya Bumdes Berkah Bersama berusaha memanfaatkan limbah jelantah sebagai bahan bakar biodiesel.

Kepala Desa Maburai Edi Rahmanto mengatakan saat ini pihaknya bekerjasama dengan PT Adaro Indonesia untuk memanfaatkan limbah jelantah untuk bahan dasar pembuatan bahan bakar biodiesel.

Baca: Cara Tak Biasa Mulan Jameela Menjenguk Ahmad Dhani, Artis Era 80-an Juga Besuk Mantan Maia Estianty

Baca: Terungkap Ada 25 Pria yang Pernah Berkencan dengan Lucinta Luna, Hotman Paris: Aktor Hingga Penyanyi

Baca: Natasha Wilona Blak-blakan Soal Hubungan dengan Anak Hotman Paris dan Putus dengan Verrell Bramasta

Baca: Ayu Ting Ting Dituduh Jiplak Gaya Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Sosok Ini Berikan Pembelaan

Warga Maburai banyak yang memiliki usaha pengolahan makanan, baik warung ataupun jasa catering dalam jumlah besar.

Edi mengatakan saat ini aparat desa terus melakukan komunikasi dengan para pedagang dan pengusaha makanan untuk bisa bekerjasama dalam mewujudkan makanan sehat dan lingkungan yang bersih.

Edi menambahkna selama ini memang masih banyak pedagang yang memakai minyak goreng berkali kali bahkan tidak dibuang, hanya ditambah dengan minyak goreng baru.

Saat sudah tidak bisa digunakan pun jelantah langsung dibuang begitu saja, pihak desa memang terus melakukan imbauan namun karena belum ada solusi yang ditawarkan sehingga kerepotan.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved