Berita Banjarmasin

WhatsApp Palsu Profesor di ULM dan Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin Minta-minta Uang

Rektor Universitas Al Azhar Prof Asep langsung konfirmasi Prof Dwi karena juga dimintai uang oleh akun WhatsApp palsu yang mencatut nama Prof Dwi.

WhatsApp Palsu Profesor di ULM dan Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin Minta-minta Uang
Tribun Jabar
Tutorial Lengkap Cara Melihat Last Seen WhatsApp yang Tersembunyi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dosen Prodi Pendididikan Ekonomi FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dwi Atmono baru-baru ini mendadak sibuk menjawab klarifikasi dari rekan.

Dia juga getol sosialisasikan ke berbagai media sosial karena ada akun WhatsApp yang memakai foto dia dan meminta sejumlah uang.

"Sobat sobat sekalian, mohon hati hati ada orang tidak bertanggung jawab tujuannya pinjam uang, mohon diabaikan karena saat ini dihack orang dengan nomor yang salah, ini nomornya +62 853-4050-5551, " tulis Prof Dwi melalui broadcast yang disebarkannya seraya mengatakan jika itu bukan nomornya.

Senin (4/3/2019) kepada reporter banjarmasinpost.co.id dia mengatakan, bahwa nomor kontak WhatsApp miliknya terintegrasi dengan email. Dia memiliki tiga email, kemungkinan email Gmail yang dihack itu.

Baca: Kemungkinan Andi Arief Direhabilitasi Jika Pemakai Sabu, Kata Polisi Soal Wasekjen Partai Demokrat

Baca: Foto Pernikahan Syahrini dan Reino Barack Dibocorkan Fotografer, Lihat Incess dan Eks Luna Maya!

Baca: Balasan Menohok Mulan Jameela pada Nikita Mirzani yang Menyindir Eks Maia Estianty, Ahmad Dhani

"Seharian sibuk membalas telepon kawan untuk konfirmasi, WhatsApp palsu itu ambil foto foto saya dijadikan profil dan nomor kontak semua terambil juga.

Prof Dwi Atmono, guru besar Universitas Lambung Mangkurat (kanan)
Prof Dwi Atmono, guru besar Universitas Lambung Mangkurat (kanan) (Istimewa)

Bahkan Rektor Universitas Al Azhar Prof Asep langsung konfirmasi Prof Dwi karena juga dimintai uang oleh akun WhatsApp palsu yang mencatut nama Prof Dwi.

Kejadian serupa juga dialami Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto.

"Iya pencatutan nama ini tidak sekali ini, untuk ke dua kalinya. Dulu waktu awal bertugas di disdik juga modusnya seperti ini. Tetapi pakai sms. Saya sudah laporkan secara lisan ke aparat, sebagai informasi awal. Jika ada korban tentu ini sangat merugikan banyak orang. Dengan itu hacker bisa akses daftar telpon yang saya punya dan juga fotonya," katanya.

Pasalnya email dia di-hack dan mengubah nomor telepon verifikasi dia di gmail.

"Saya sudah menggunakan semua akun sosmed sebagai informasi bahwa selain nomor ini, maka nomor lain adalah nomor orang lain. Dan alhamdulilah orang gak percaya dengan modus itu," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved