Berita Kalteng

Armada Penerbangan Berkurang, Pengaruhi Inflasi Kalteng, Dua Kota Masuk Tertinggi Nasional

Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, melansir terjadi inflasi di Palangkaraya sebesar 0,09 persen dan deflasi di Sampit sebesar 0,65 persen.

Armada Penerbangan Berkurang, Pengaruhi Inflasi Kalteng, Dua Kota Masuk Tertinggi Nasional
tribunkalteng.co/fathurahman
Pesawat udara berbadan besar Batik Air yang baru beroperasi beberapa bulan di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, memilih istirahat karena minim penumpang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, melansir terjadi inflasi di Palangkaraya sebesar 0,09 persen dan deflasi di Sampit sebesar 0,65 persen.

Kedua kota tersebut menempati peringkat ke-10 dan ke-71 kota inflasi tertinggi di tingkat nasional.

Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri, Selasa (5/3/2019) mengatakan, inflasi yang terjadi di Palangkaraya dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,47 persen) serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar (0,32 persen).

"Deflasi di Sampit terutama dipengaruhi oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan, 1,66 persen serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,50 persen.

Berdasarkan dua kota acuan, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi 0,18 persen, yang diikuti oleh laju inflasi tahun kalender 0,24 persen dan inflasi tahun ke tahun 4,22 persen.

Baca: Eks Denny Sumargo, Dita Soedarjo Bantah Senasib Luna Maya karena Pernikahan Syahrini-Reino Barack

Baca: Hak Asuh Anak Ahok BTP dan Veronica Tan Terungkap Saat Kabar Telah Menikahi Puput Nastiti Devi

Baca: Kerja Keras Mulan Jameela Atasi Kondisi Keuangan Ahmad Dhani, Eks Rekan Maia Estianty Lakukan Ini

Baca: Penyebab Cut Meyriska Jatuh Hati pada Roger Danuarta Diungkap pada Ria Ricis

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pengendali Iflasi daerah (TPID) Kalteng, Setian yang juga adalah pejabat di Bank Indonesia, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mengatakan, terjadinya inflasi dari hasil rapat TPID, akibat adanya pengurangan frekwensi penerbangan.

"Terjadinya pengurangan frekwensi penerbangan udara di Bandara Tjilik Riwut, tersebut sangat berpengaruh pada terjadinya inflasi di Kalteng, apalagi saat ini harga tiket, masih berkisar pada batas atas," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved