Berita Tanahbumbu

DLH Tanahbumbu: 3 Parameter Lebihi Baku Mutu, Perusahaan Janji Lakukan Normalisasi Sungai Tercemar

Bentuk sikap tegas DLH, memanggil pihak-pihak perusahaan yang turut berkontribusi tercemarnya air sungai menjadi salah satu sumber kehidupan warga.

DLH Tanahbumbu: 3 Parameter Lebihi Baku Mutu, Perusahaan Janji Lakukan Normalisasi Sungai Tercemar
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Warga desa Sebamban Lama, Sungai Loban, Tanahbumbu cukup lama kesulitan air bersih. Selama ini hanya mengandalkan sumur dan sungai untuk keperluan sehari-hari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Pascatercemarnya air sungai Sebamban, Kecamatan Sungailoban oleh aktivitas tambang di hulu sungai sempat membuat gerah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanahnumbu Rahmat Prapto Udoyo.

Bentuk sikap tegas DLH, memanggil pihak-pihak perusahaan yang turut berkontribusi tercemarnya air sungai menjadi salah satu sumber kehidupan warga.

Pemanggilan pihak perusahaan oleh DLH, dilakukan pertemuan di ruang rapat hotel Ebony Batulicin, Senin (4/3/2019) malam. Upaya penanangan pascatercemarnya air sungai di daerah setempat.

Rahmat ditemui usai pertemuan dengan perwakilan seluruh perusahaan, mengatakan hasil pemeriksaan sampel air. Dari lima parameter antara lain PH, PSS, FE, FN dan CD, tiga parameter di atas baku mutu.

Baca: Gunung Merapi Dua Kali Keluarkan Lava Pijar, Jarak Luncuran 400 Meter, Pendakian Dihentikan

Baca: LINK Live Streaming RCTI Real Madrid vs Ajax Amsterdam Leg Kedua Liga Champion Malam Ini

Ditambahkan Rahmat dari lima parameter kegiatan tambang, tiga di antaranya melebihi baku mutu antara lian, PH, PSS dan FE.

"Tapi keseluruhan kegiatan tambang memamg seperti itu," jelas Rahmat kepada banjarmasinpost.co.id, kemarin.

Disinggung tiga parameter di atas baku mutu, apakah berbahaya bagi masyarakat. "Kalau berbahaya dikatakan berbahaya juga. Lingkungan kita di kalimantan memang kondisi alamnya seperti itu," kata Rahmat.

Meski demikian, dalam pertemuan ditegaskan Rahmat kepada pihak perusahaan untuk tetap melakukan rehabilitas sungai pascaoencemaran.

"Teman-teman (perusahaan) sepakat melakukan rehab DAS (daerah aliran sungai) di sana," ujarnya.

Terlebih diketahui keseluruhan perusahaan melakukan kegiatan pertambangan di dalam kawasan hutan. Sebagai pemegang izin pemanfaatan kawasan hutan (IPKH), wajib melakukan rehab DAS.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved