Berita Banjarmasin

Jembatan Seribu Kuin Dipasangi Portal Ketinggian, Pengemudi Ini Protes Angkutannya Tak Bisa Lewat

Portal berwarna kuning itu nampak setinggi kurang lebih 250 meter dan lebih rendah dibanding tinggi jembatan.

Jembatan Seribu Kuin Dipasangi Portal Ketinggian, Pengemudi Ini Protes Angkutannya Tak Bisa Lewat
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Jembatan Seribu Kuin, Banjarmasin, yang telah dipasangi portal pembatas ketinggian. Pak Ogah tengah mengatur lalu lintas yang melintas di atas jembatan, Selasa (5/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bebebapa warga yang menjaga lalu lintas di Jembatan Besi atau Jembatan Seribu, Kuin, Banjarmasin, Kalsel nampak sibuk mengatur kendaraan yang melintas di jembatan tersebut, Selasa (5/3/2019). Pasalnya setiap hari mereka bekerja mengatur arus di jembatan.

Namun berbeda dari biasanya, pagi Selasa (5/3), para pekerja yang disebut sebagai 'Pa Ogah' itu mendapati kondisi jembatan yang tak sama. Ya, ada portal ketinggian terpasang di jembatan tersebut.

Portal berwarna kuning itu nampak setinggi kurang lebih 250 meter dan lebih rendah dibanding tinggi jembatan. Serta jembatan di area itu pun memang tidak menggunakan rangka atas.

Menurut satu pekerja, yakni bernama Juli yang memberikan keterangan,kepada banjarmasinpost.co.id, pemasangan itu tidak diketahui oleh pihaknya. Namun sebutnya itu memang kewenangan Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin.

Baca: Tulisan Luna Maya Soal Teman Diberkati Setelah Pernikahan Syahrini dan Reino Barack di Jepang

Baca: Jawaban DJ Verny Hasan Pasca Terkuak Bukti Putrinya Bukan Anak Kandung Denny Sumargo

Akibat adanya portal itu, angkutan yang tingginya lebih dari 250 cm tidak bisa melintas. Sehingga tidak ada satupun trukc atau jenis angkutan berat yang melewati jembatan. Terkecuali truck yang tingginya di bawah 250 cm.

Mursid, sopir angkutan yang hendak melintas di atas jembatan kaget akan adanya portal. Ia nampak emosi kepada pak ogah yang mengatur lalu lintas di jembatan itu. Namun satu orang 'Pak Ogah' menjelaskan kalau pihaknya juga tidak mengetahui hal tersebut.

Kepada banjarmasinpost.co.id, Mursid menyampaikan keluhan yang ia rasakan pagi itu. Pasalnya lelaki berambut putih tersebut membawa barang yang membuat angkutannya menjadi cukup tinggi.

"Saya hanya membawa angkutan truck roda empat. Tapi barang bawaan saya itu rangka kasur jadi tinggi dan tidak bisa melintas," ucapnya.

Bernada tinggi, Mursid mengatakan keberadaan portal itu malah dianggap membuat usahanya mati. Ia pun berharap portal tersebut dihancurkan. Kemudian diadakan penimbangan berat angkutan. Sehingga yang tidak bisa melintas bukan angkutan tinggi melainkan angkutan yang beratnya melebihi kapasitas.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved