Opini Publik

Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Mulai dari Keluarga

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat merupakan wadah utama dalam proses sosialisasi anak menuju pada kepribadian yang lebih dewasa.

Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Mulai dari Keluarga
Dok Polres HSU untuk BPost Group
Barang bukti pengungkapan narkoba oleh Polres HSU, Sabtu (3/2/2019) 

Oleh: DRA PSI RIVAIZAH NOOR MPD
Ketua Yayasan “Wagas Limpua” Kota Banjarmasin

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat merupakan wadah utama dalam proses sosialisasi anak menuju pada kepribadian yang lebih dewasa. Keluarga juga merupakan benteng utama yang dapat mencegah anak–anak dari masalah narkoba.

Tidak salah ada orang yang mengatakan bahwa keluarga merupakan madrasah atau wadah pertama anak belajar segala hal, anak belajar dari melihat, mendengar, merasakan dan melakukan seperti contoh yang ditunjukkan anggota keluarga yang ada di dalam rumah, menyangkut hal yang baik maupun yang buruk.

Suasana rumah yang nyaman tentu saja akan membuat anggota keluarga merasa betah di dalamnya. Bila anak sudah merasa nyaman ketika berada di dalam rumah tentu saja akan mempermudah orangtuamengontrol perilaku anak dan menyampaikan nilai dan pengetahuan yang baik pada anak, misal informasi bahaya narkoba dan hal-hal lainnya, sebaliknya bila relasi antar anggota keluarga yang buruk seperti orangtuayang sering berselisih, orangtuayang melecehkan anak baik melalui kata-kata maupun perilaku, tentu saja akan merusak harga diri anak dan anak akan terluka secara psikologis.

Kondisi keluarga seperti ini akan membuat anak jadi rentan dan gampang terpengaruh oleh ajakan teman-temannya diantaranya untuk memakai narkoba, dengan dalih untuk menghilangkan rasa “galau”

Kondisi di atas dikuatkan dari data hasil konseling terhadap anak-anak SMP di tahun 2018 menunjukkan 50 persen (hasil kunjungan di salah satu unit pelayanan kesehatan peduli remaja) di Banjarbaru, anak-anak pemakai narkoba disebabkan oleh kekecewaan terhadap keluarga, seperti pertengkaran orang tua, perceraian, kekerasan fisik dan psikologis dari orang tua, kurangnya kontrol dari orang tua, serta informasi akan bahaya narkoba hampir tidak pernah disampaikan di dalam keluarga.

Sisanya alasan memakai narkoba karena ingin mencoba, biar tidak dianggap “banci” dan sulit menolak ajakan teman. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa, sebagian besar penyalahguna narkoba berasal dari keluarga yang tidak sehat dan tidak bahagia. Dimana anak-anak jarang mendapatkan siraman psikologis dari orang tua, seperti perhatian, kasih sayang, penanaman nilai-nilai agama dan cara berkomunikasi yang bersahabat terhadap anak.

Orangtua beranggapan bahwa dengan memenuhi kebutuhan anak secara materi sudah cukup membahagiakan anak dan selesai tanggung jawabnya sebagai orangtuaterhadap anak. Padahal anak memerlukan suasana rumah yang nyaman, tenang dan saling menghargai antar anggota keluarga, sehingga anak merasa betah jika berada di dalam rumah

Kenapa Anak Remaja Terjebak Narkoba?

Sebagian besar kasus penyalahgunaan narkoba dimulai pada usia remaja, bahkan tidak menutup kemungkinan saat ini anak-anak yang mulai “berangkat remaja “ tidak luput menjadi korban bahan berbahaya ini. Diperkuat juga dengan data dari BNN Provinsi Kalimantan Selatan yang menyebutkan bahwa tercatat 55.598 orang pengguna narkoba, 27% penggunanya adalah generasi muda (B.Post, 4 Mei 2018), demikian juga disebutkan bahwa di tempat rehabilitasi narkoba sebagian besar penghuninya adalah usia remaja (Ketua BNNK HSS, B.Post, 7 September 2018) sungguh memprihatinkan.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved