Berita Tanahlaut

Respons Bupati Tanahlaut Saat Tahu Ada Honorer Bergaji Rp 100 Ribu Per Bulan di Kecamatan Panyipatan

Respons Bupati Tanahlaut Saat Tahu Ada Honorer Bergaji Rp 100 Ribu Per Bulan di Kecamatan Panyipatan

Respons Bupati Tanahlaut Saat Tahu Ada Honorer Bergaji Rp 100 Ribu Per Bulan di Kecamatan Panyipatan
Dok Humas Pemkab Tanahlaut untuk BPost Group
Para kader dan sub kader di Panyipatan dan Batu Ampar berkumpul bersilaturahmi dengan Bupati Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Respons Bupati Tanahlaut Saat Tahu Ada Honorer Bergaji Rp 100 Ribu Per Bulan di Kecamatan Panyipatan

Rendahnya honor kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD mendapatkan perhatian Bupati Tanah Laut H Sukamta.

Diakui Sukamta, memang kesejahteraan para kader dan sub kader sangat minim bahkan tak masuk akal. Pasalnya ujung tombak pengendalian penduduk terangnya berada di tangan kader dan sub kader sehingga sebutnya layak mendapatkan perhatian lebih.

Angin segar kepada kader dan sub kader pun digelontorkannya yaitu akan adanya penambahan  honor bagi kader PPKBD dan Sub PPKBD dengan rincian, kader PPKBD mendapat honor tambahan Rp 100 ribu per bulan sedangkan untuk kader sub PPKBD mendapat honor Rp 250 ribu  per bulan.

"Jadi nanti setiap bulan di Tanahlaut kader mendapatkan Rp 400 ribu per bulan sedangkan sub kader mendapatkan Rp 314 ribu per bulan," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (5/3/2019).

Baca: Link Live Streaming RCTI - Real Madrid vs Ajax Amsterdam Leg 2 16 Besar Liga Champion Malam Ini

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Indosiar Persija Jakarta vs Borneo FC Piala Presiden 2019

BKKBN pusat terangnya juga akan menambah honor kader menjadi Rp 300 ribu per bulan sedangkan sub kader tetap di honor Rp 64 ribu per bulan, semuanya belum dipotong pajak.

Penambahan honor kader dan sub kader ini terangnya akan dianggarkan di APBD perubahan Pemkab Tanahlaut nantinya.

Selama ini memang pengendalian penduduk ini terangnya jarang diperhatikan sejak jaman reformasi. Hanya lebih diperhatikan di jaman orde baru.

Baca: Hasil Akhir PSS Sleman vs Madura United Piala Presiden Diboikot Brigata Curva Sud, Skor Akhir 0-2

Karenanya angka pertumbuhan penduduk terus naik, seperti di Kabupaten Tanahlaut kini angka pertumbuhan penduduk di angka 2,5 persen. Sukamta berharap setidaknya di 2023 nanti angka pertumbuhan penduduk di Tanahlaut turun menjadi 1,5 persen.

"Kader dan sub kader ini garda terdepan dalam pengendalian penduduk dan pernikahan dini, kalau sampai pertumbuhan penduduk naik dan pernikahan dini meningkat maka tentu akan jadi beban pembangunan," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id/ Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved