Berita Banjar

Bantahan Kepala Kejari Banjar Soal Eksekusi Terpidana Korupsi Ahmad Faisal Dilakukan Diam-diam

Bantahan Kepala Kejari Banjar Soal Eksekusi Terpidana Korupsi Ahmad Faisal Dilakukan Diam-diam

Bantahan Kepala Kejari Banjar Soal Eksekusi Terpidana Korupsi Ahmad Faisal Dilakukan Diam-diam
hasby
Ahmad Faisal didampingi kuasa hukumnya Ali Martado mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Rabu (15/8). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bantahan Kepala Kejari Banjar Soal Eksekusi Terpidana Korupsi Ahmad Faisal Dilakukan Diam-diam

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Muji Martopo membantah jika dikatakan rencana eksekusi terpidana korupsi KPU Banjar, Ahmad Faisal dikatakan hening. Dirinya menegaskan bahwa masih menunggu salinan putusan dari Mahkamah Agung.

“Bukan hening. Masih menunggu salinan putusan dari MA,” tegasnya, Rabu (6/3) malam. Dia juga menegaskan, Kejaksaan Negeri Banjar belum mengeksekusi terpidana atas nama Ahmad Faisal karena memang salinan putusan sampai sekarang belum diterima.

Pria yang dikenal ramah itu pun mempersilakan untuk mengonfirmasi lebih lanjut ke Pengadilan Tipikor di Banjarmasin, kenapa sampai sekarang MA belum kirim salinan putusan.

Baca: Jadwal & Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Persib Bandung di Piala Presiden 2019 Live Indosiar

Baca: Jawaban Maia Estianty Soal Kabar Kehamilannya, Istri Irwan Mussry Ungkapkan Kebahagian

Baca: Dramatis! Hasil All England 2019, Jonatan Christie Lolos ke Babak Kedua Usai Kalahkan Wakil Korsel

Kejaksaan Negeri Banjar sempat bersemangat ingin mengeksekusi terpidana kasus korupsi KPU Banjar, Ahmad Faisal medio Agustus 2018, namun hingga Maret 2019 belum ada aksi apapun.

Bahkan salah seorang jaksa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar yang turut menangani, Evan Adhi Wicaksana sudah pindah tugas ke Kejaksaan Negeri Banjar Jawa Barat.

Kepala Bidang Pidana Khusus, Tri Taruna Fariadi pada Agustus 2018 lalu itu juga menyatakan akan mengeksekusi Ahmad Faisal atas dasar sudah menerima petikan dari Mahkamah Agung.

Dalam petikan tertulis Majelis Hakim diketuai oleh Prof Surya Jaya dan anggota M Askin, Leopold Hutagalung. Ketiganya merupakan hakim agung adhoc tipikor MA RI.

Melalui Jaksa, Evan Adhi Wicaksana menyebutkan, untuk materi putusan adalah, menolak permohonan kasasi pemohon yakni terdakwa satu Ahmad Faisal dan Husaini. Mengabulkan kasasi pemohon dua yakni penuntut umum Kejari Banjar.

Baca: Kemarahan Paula Verhoeven Usai Ditegur Sosok Ini Karena Kelakuan Baim Wong, Ternyata Ini Ulahnya

Disebutkannya, isi petikan juga menyebutkan Ahmad Faisal dan Husaini, meyakinkan bersalah dalam melakukan tipikor bersama-sama. Kemudian menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ahmad Faisal selama lima tahun dan Husaini selama empat tahun, denda masing-masing terdakwa Rp 500 juta, atau kurungan penjara selama enam bulan.

Terpidana Ahmad Faisal saat ini menjalani tahanan kota, sedangkan untuk Husaini sudah berada dalam tahanan. Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Sugeng dan rekan dari Kejari Martapura, akibat dugaan korupsi ketiganya ini, kerugian negara mencapai Rp 10,61 miliar.

(banjarmasinpost.co.id/ hasby suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved