Bumi Antaluddin

Bupati HSS Paparkan Keberhasilan Program Vaksin MR & Penurunan Penyakit Tak Menular di Depan Menkes

Bupati HSS Paparkan Keberhasilan Program Vaksin MR & Penurunan Penyakit Tak Menular di Depan Menkes

Bupati HSS Paparkan Keberhasilan Program Vaksin MR & Penurunan Penyakit Tak Menular di Depan Menkes
Dok Protokol dan Kehumasan Pemkab HSS
Bupati HSS dan Menteri Kesehatan saat bertemu di Rakerkesda (Rapat Kerja Kesehatan Daerah), Selasa (5/3/2019) di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Bupati  Hulu Sungai Selatan H Achmad Fikry, bersama Kepala Dinas Kesehatan dr Siti Zainab, memaparkan keberhasilan pemerintahannya mencapai program di bidang kesehatan.

Khususnya terkait angka penderita penyakit tak menular (PTM) dan Imunisasi MR. Pemaparan tersebut disampaikan di depan Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Djuwita Farid Anfasa Moeloek SPM (K) saat Rakerkesda (Rapat Kerja Kesehatan Daerah), Selasa  5 Maret 2019 di Hotel Rattan In, Banjarmasin.

Ada tiga Kabupaten yang diminta presentasi, termasuk HSS berkaitan dengan imunisasi dan pemberantasan PTM.  

“Kemarin sudah dipaparkan apa yang dilakukan. Kendala apa yang kita hadapi, degan harapan mendapatkan perhatian dari kementerian. Salah satunya tentang vaksin untuk imunisasi. Kami berharap persoalan kehalalan vaksin diselesaikan terlebih dahulu di tingkat pusat,  sehingga di daerah tinggal melaksanakan,”katanya.

Fikry menyebut, kampanye  imunisasi MR di HSS  mencapai 78,97 persen  berkat dukungan MUI. Padahal sebelumnya, hanya 33.37 persen dari target sasaran.  Sedangkan untuk percepatan dan pencegahan PTM, berkaitan erat dengan perilaku masyarakat.

Pemkab HSS telah menyiapkan fasilitas yang memungkinkan masyarakat untuk berolahraga,  tempat rekreasi dan lain-lain. Salah satu contoh, melalui Gerakan Makan Sayur dan Buah. Gerakan tersebut, salah satu gerakan mengubah perilaku masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Kadinkes HSS menambahkan, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dibuktikan dengan menurunnya PTM . “Tadinya HSS berada di peringkat pertama, tertinggi se Kalsel untuk PTM. 

Kemudian turun ke peringkat kelima, turun lagi ke peringkat 12 se- Kalsel. Ini artinya pencegahan PTM di HSS berhasil,” ujar dr Zainab. Dijelaskan pula, HSS meraih juara I Pos Pembinaan Terpadu untuk PTM se-Kalsel. 

Khusus program  imunisasi campak dan MR, HSS awalnya menempati peringkat ke sembilan.  Setelah mendapatkan dukungan MUI melalui lintas sektor, naik menjadi peringkat ke dua se Prov Kalsel.

Bupati HSS saat pemaparan pelaksanaan program kesehatan di di Rakerkesda (Rapat Kerja Kesehatan Daerah), Selasa  5 Maret 2019 di Hotel Rattan In, Banjarmasin.
Bupati HSS saat pemaparan pelaksanaan program kesehatan di di Rakerkesda (Rapat Kerja Kesehatan Daerah), Selasa 5 Maret 2019 di Hotel Rattan In, Banjarmasin. (Dok Protokol dan Kehumasan Pemkab HSS)

Untuk Posbindu PTM di 2018 hanya berjumlah 100 unit. Di 2019, seluruh desa dan kelurahan harus membentuk Posbindu PTM, dengan pendanaan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) non fisik dan dana desa.

Melalui Rakerkesda, Pemkab HSS mendapat catatan apa yang bisa dilakukan melalui kebijakan daerah.  Menteri Kesehatan menitipkan pembangunan kesehatan di daerah masing-masing. 

“Kami berkomitmen mendukung program kesehatan di Kabupaten HSS. Secara Nasional IPM kita meningkat, usia harapan hidup meningkat, gizi masyarakat meningkat, dan cakupan imunisasi terus meningkat. Untuk persoalan di lapangan, akan dicarikan solusi mengatasinya,”pungkas Bupati.  (*/AOL)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved