Berita Kotabaru

Mau Membentuk Negara Islam dan Tolak Pemilu, Aliran di Palau Sebuku Ini Mulai Rambah Kotabaru

Mendekati Pemilu 2019, Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Kotabaru, semakin sibuk.

Mau Membentuk Negara Islam dan Tolak Pemilu, Aliran di Palau Sebuku Ini Mulai Rambah Kotabaru
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Tim Pakem yang terdiri dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Kotabaru, Kesbangpol, MUI, NU, Muhammadiyah, Pemerintah Daerah, TNI, Polres dan Intelejen di Kotabaru ini, sedang melakukan tindakan pencegahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Mendekati Pemilu 2019, Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Kotabaru, semakin sibuk.

Pasalnya, ada satu aliran yang harus dicegah yang saat ini mulai berkembang di masyarakat.

Tim Pakem yang terdiri dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Kotabaru, Kesbangpol, MUI, NU, Muhammadiyah, Pemerintah Daerah, TNI, Polres dan Intelejen di Kotabaru ini, sedang melakukan tindakan pencegahan.

Pasalnya ada satu aliran yang sudah mulai menyebar di beberapa kecamatan di Kotabaru. Bahkan di wilayah perkotaan sudah mulai dimasuki. Sebab itu, tim pakem bereaksi dan melalukan pencegahan.

Aliran tersebut adalah aliran Khilafatul Muslimin yang saat ini berpusat di Pulau Sebuku. Aliran ini mengarah kepembentukan negera Islam dan menentang pancasila serta menolak Pemilu yang saat ini akan dihadapi.

Baca: Hasil Akhir PSIS Semarang vs Persipura Jayapura di Laga Grup C Piala Presiden 2019, Skor Akhir 1-3

Baca: Mahasiswa Unhas Ini Ditangkap Polisi Tanahlaut Jual ATM untuk Penipuan Online Shop

Baca: Jadwal & Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Persib Bandung di Piala Presiden 2019 Live Indosiar

Tim Pakem sebelumnya sudah melakukan rapat. Untuk mencegah itu, dan Pakem langsung melaksanakan kegiatan sosialisasi di Desa Rampa Lama Kecamatan Pulau Laut Utara. Tujuannya karena dalam beberapa hari lalu, tim mendapatkan informasi adanya anggota aliran yang baru saja dibaiat di Desa Rampa Baru.

Selanjutnya, ada kabar Desa Rampa Lama tengah menjadi sasaran baru. Sebab itu, tim Pakem melaksanakan sosialisasi betsama masyarakat dan tokoh agama di wilayah Kecamatan Pulau Laut Utara yang bertempat di Desa Rampa Lama, Rabu (6/3/19).

Sosialisasi tersebut juga mendeklarasikan anti aliran tersebut. Kegiatan yang bertema Tatap muka tim PAKEM Kotabaru Dengan unsur masyarakat Pulau Laut Utara dalam rangka Sosialisasi dan proteksi masyarakat Kotabaru dari masuknya paham radikal Khilafatul Muslimin dan Paham Radikal lainnya yang dapat memecah belah NKRI, melakukan tanda tangan bersama.

Plt Sekretaris Kesbangpol, Bahrudin, mengatakan saat ini masyarakat harus waspada. Masyarakat juga patut curiga bila tiba-tiba saja ada orang mengajak atau mengatakan ajaran tersebut baik.

Mereka akan melakukan upaya apa saja untuk merekrut anggota baru. Sebab itu, Pakem mensosialosasikan hal tersebut agar masyarakat tahu dan bisa mengindarinya.

Sebab, aliran tersebut mengarah ke pembentukan Negera Islam menentang Pancasila dan menolak pemilu.

"Ini yang harus dipahami masyarakat. Jamgan sampao tetpengaruh dan bergabung di aliram tersebut," katanya.

Sementara itu, Agung Nugroho dari Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kotabaru, yang mana tim ini Diketua oleh Kajari Kotabaru, mengatakan aliran tersebut harus dicegah. Sebab banyak cara yanh dilakukan anggota aliran tersebut untuk merekrut anggota baru.

"Jadi maksud dan tujuannya sosialisasi tersebut agar masyarakat tahu dan paham seperti apa aliran tersebut. Yang jelas, aliran tersebut menentang pancasila dan menolak adanya pemilu," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved