Berita Banjarmasin

Gelombang Setinggi 3 Meter Ancam Nelayan, Pencari Ikan Aluh-aluh Terlempar dari Kapal di Tabuneo

Gelombang tinggi maksimum yang dapat mencapai 3 meter diperkirakan terjadi Kamis (7/3/2019) sampai Jumat (8/3/2019) di Laut Jawa, tengah dan timur.

Gelombang Setinggi 3 Meter Ancam Nelayan, Pencari Ikan Aluh-aluh Terlempar dari Kapal di Tabuneo
KOMPAS.Com/JUNAEDI
Ilustrasi gelombang tinggi- BMKG memberi peringatan dini gelombang tinggi lebih dari 6 meter beberapa wilayah di Indonesia hingga 2 Januari 2019. Masyarakat diminta waspada. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peringatan bagi nelayan di pesisir dan angkutan laut. Gelombang tinggi maksimum yang dapat mencapai 3 meter diperkirakan terjadi Kamis (7/3/2019) sampai Jumat (8/3/2019) di Laut Jawa bagian tengah dan timur, termasuk di wilayah perairan selatan Kalimantan.

Kasi observasi dan informasi stasiun meteorologi Syamsudin Noor Riza Arian Noor, Rabu (6/3) mengatakan sementara untuk prospek cuaca mingguan wilayah Kalimantan Selatan hingga 12 Maret kondisi umumnya cuaca yakni hujan ringan dan berpotensi hujan sedang di wilayah Kalimantan Selatan, dengan suhu udara berkisar antara 24 sampai 33 derajat Celcius angin umumnya bertiup dari arah barat laut hingga timur dengan kecepatan berkisar antara 5 sampai 35 km per jam.

Selain itu yang perlu diwaspadai adanya peringatan dini agar waspada ada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan kilat dan angin kencang 6-8 Maret di wilayah Kotabaru, Tanahbumbu, Tanahlaut, Hulu sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Batola, Banjar, Banjarbaru dan Banjarmasin.

Untuk 9 sampai 12 Maret agar waspada di Kotabaru, Tanahbumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Batola, Banjar, Banjarbaru dan Banjarmasin.

Baca: Istri SBY, Ani Yudhoyono Dapat Donor Sumsum Tulang Belakang Dari Pramono Edie Wibowo, Ini Sosoknya

Baca: Wawancara Eksklusif Atiqah Hasiholan : Ibu Saya Tak Membuat Keonaran

Riza juga memperingatkan adanya risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, termasuk kapal tongkang dan feri.

Potensi bencana hidrometeorologi, sampai 8 Maret ini sebelumnya sudah disebarluaskan melalui rilis yang dikeluarkan Deputi Bidang Meteorologi Drs R Mulyono R. Prabowo M.Sc, dan diteruskan oleh BMKG Kalsel, yaitu fenomena atmosfer terpantau muncul secara bersamaan.

Fenomena-fenomena tersebut dapat membawa konsekuensi meningkatnya potensi curah hujan tinggi di kawasan Indonesia. Saat ini teridentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia.

MJO merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur dan dapat meningkatkan potensi curah hujan di daerah yang dilaluinya.

Gelombang tinggi juga telah memakan korban di perairan Tabuneo, Tanahlaut. Seorang nelayan, Asir (42) warga Aluhaluh besar RT 01, tercebur ke laut, Rabu (6/3) sekitar pukul 01.00 Wita.

Dari informasi yang terhimpun, Diketahui, saat itu mulai Selasa (5/3) pukul 15.00 WITA dia bersama rekannya yang bernama Ali sudah berangkat mencari ikan, awalnya tidak ada masalah. Namun, ternyata petaka itu muncul pada saat malam hari jelang dinihari.

Baca: Ikut Gladi Resik UNBK di Tanjung, 2 Hari Naik Pikap, Orangtua Siswa SMPN 5 Haruai Dijatah Bawa Beras

Baca: Simulasi UNBK di Kalsel, Tak Ada Jaringan Internet Siswa Pelosok Numpang Ikut Sekolah di Kota

Sewaktu mencari ikan terjadi gelombang besar di perairan Tabuneo, nahasnya lagi posisi Asir saat itu ada di buritan krlotok. Tanpa sengaja kaki Asir tersangkut tali jaring hingga akhirnya tercebur. Teman dia tidak sempat menolong karena gelombang yang besar.

"Kami melaksanakan koordinasi dengan Dit Polair Polda Kalsel. Karena TKP di luar wilayah hukum Aluhaluh," ucap Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kapolsek Aluhaluh Iptu Hadi Mulyono.

Jasad Asir, kemarin akhirnya ditemukan, diantar ke rumah duka dengan kapal nelayan dibackup Basarnas Banjarmasin dan dimakamkan sore harinya. (kur)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved