Berita Banjarbaru

Investasi Pertambangan Capai Rp 4,9 Triliun, Investor di Kalsel Paling Banyak dari Korsel

Sebagai daerah yang kekayaan alamnya melimpah, Kalimantan Selatan mendapatkan berkah untuk pengembangan investasi.

Investasi Pertambangan Capai Rp 4,9 Triliun, Investor di Kalsel Paling Banyak dari Korsel
capture /banjarmasin Post
Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (7/3/2019) Halaman 9 

BANJRMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebagai daerah yang kekayaan alamnya melimpah, Kalimantan Selatan mendapatkan berkah untuk pengembangan investasi.

Belum lagi bandara internasional diresmikan sekitar November 2019, pertumbuhan investasi di Kalsel menunjukkan angka yang cukup bagus. Bahkan target yang dipatok bisa terlampaui.

Ditarget Rp 9,2 triliun, realisasi di 2018 melebihi target karena mencapai Rp 11,7 triliun.

Nilai investasi itu naik dibanding realisasi tahun 2017 yang hanya Rp 6,2 triliun dari target Rp 8,1 triliun.

Kepala Dinas penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan, Nafarin, Rabu (6/3) menjelaskan, capaian investasi yang positif itu karena dukungan semua pihak termasuk dinas-dinas yang sudah optimal melakukan pembenahan di sektornya.

Disebutkan Nafarin, untuk capaian investasi di Kalsel ini bergerak positif dimana Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hampir Rp 9,9 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 129,15 juta US Dollar. Atau jika dirupiahkan Rp 1,7 triliun.

Baca: Tak Ada Jaringan Internet, Gladi Resik UNBK di Kalsel, Pelajar Menginap di Rumah Dinas Kadisdik

Baca: Asah Otak di Akhir Pekan, Kompetisi Catur Mini Akhir Pekan di Percasi Kalsel, Terbuka dan Berhadiah

"Tiga terbesar investasi yang dominan sementara ini, adalah sektor pertambangan sebesar Rp 4,9 triliun baru diikuti oleh industri kimia dan farmasi Rp 1,7 triliun. Dan jasa lainnya Rp 1,4 triliun," lontar Nafarin.

Dirincinya, investor asing atau PMA, yang paling dominan di Kalsel adalah sektor listrik gas dan air, besarnya 67,508 juta US Dollar, kemudian pertambangan 54,634 juta US Dollar. Industri makanan di posisi ketiga dengan nilai 2,649 juta US Dollar.

Keempat ada transportasi gudang dan telekomunikasi 1,891 juta US Dollar dan di posisi kelima industri kayu 1,358 USD.

"Investasi listrik gas dan air menjadi tinggi karena mereka ada proyek pembangkit listrik atau powerplan di Tabalong di Grup Adaro yang dirancang hasilkan 100 MW," tandasnya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved