Berita Banjarmasin

Kantor Imigrasi Belum Bisa Pastikan 1 Warga Filipina dan 25 WNA di Kalsel Punya KTP atau Tidak

Pada bulan Januari telah dikeluarkan sebanyak 23 IT Kunjungan, 92 ITAS dan 4 ITAS jenis lain yaitu untuk beroperasi di perairan/laut.

Kantor Imigrasi Belum Bisa Pastikan 1 Warga Filipina dan 25 WNA di Kalsel Punya KTP atau Tidak
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Petugas Kantor Imigrasi Banjarmasin merapikan berkas paspor haji 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pada tahun 2019 ini pengeluaran Izin Tinggal (IT) bagi WNA di Kalimantan Selatan relatif stabil. Di Kanim Banjarmasin, pada bulan Februari telah dikeluarkan sebanyak 17 IT Kunjungan, 21 IT Terbatas/ITAS untuk 6 bulan sampai dengan 2 tahun dan 4 ITAS untuk beroperasi di atas perairan/laut.

Sebelumnya yaitu pada bulan Januari telah dikeluarkan sebanyak 23 IT Kunjungan, 92 ITAS dan 4 ITAS jenis lain yaitu untuk beroperasi di perairan/laut.

Hal itu disampaikan Dodi Karnida Kepala Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan, Kamis (7/3). Sementara itu di Kanim Batulicin pada bulan Januari telah dikeluarkan sebanyak 5 IT Kunjungan dan 9 ITAS dan pada bulan Februari sebanyak 3 ITK dan 1 ITAS.

"Data Izin Tinggal WNA di Kalimantan Selatan ini yang kami miliki dalam Sistim Informasi Keimigrasian (SIMKIM) ini selalu menunjukkan data yg stabil, karena walaupun pada hari Sabtu, 3 Maret 2019 yang lalu telah viral di media sosial tentang video kedatangan 22 TKA di Bandara Syamsudin Noor karena mereka akan bekerja sebagai tenaga ahli pertambangan batubara di Kabupaten Banjar, tetapi ternyata mereka telah memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS) online yang dikeluarkan dari Bandara Soekarno-Hatta," katanya.

Baca: Jawaban Nia Ramadhani Saat Ditanya Jessica Iskandar Kekayaan Grup Bakrie Dibandingkan Aleta Molly

Kedatangan mereka itu, masih menurut Dodi, juga bukan merupakan penambahan TKA melainkan sebagai TKA pengganti atas TKA lama yang sudah habis masa kontraknya

Oleh karena di kedua kantor imigrasi itu, selain mengeluarkan Izin Tinggal baik itu baru maupun perpanjangan, juga melakukan pembatalan Izin Tinggal bagi WNA yang telah habis masa kontraknya/masa tinggalnya di Indonesia dan harus meninggalkan wilayah Indonesia, maka keberadaan WNA di Kalimantan Selatan ini setiap saat angkanya relatif stabil pada pusaran angka sekitar 475 sampai 492 orang saja.

"Adapun terkait dengan pemilikan KTP oleh WNA, kami jajaran keimigrasian hanya memiliki informasi tentang 1 orang WN Inggeris yang tinggal di Batulicin saja yang memiliki KTP WNA yang dikeluarkan oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Tanah Bumbu pada tanggal 4 Januari 2017 dan berlaku sampai dengan tanggal 22 Nopember 2021. WN Inggeris itu memiliki KTP WNA karena telah memiliki ITAP yang dikeluarkan dari Kanim Batulicin," katanya.

Adapun 1 orang WN Filipina pemegang ITAP dari Kanim Batulicin dan 25 orang pemegang ITAP dari Kanim Banjarmasin tidak diketahui apakah sudah memiliki KTP WNA atau belum karena datanya ada di Dinas Dukcapil Kota/Kabupaten setempat.

Baca: Kalsel Punya 120.459 Pemilih Pemula di Pemilu 2019, Kabupaten Banjar Terbanyak

“Terkait dengan adanya penerapan sistem baru untuk permohonan ITAS Online sebagai realisasi dari Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan TKA, kami dari jajaran keimigrasian Kalimantan Selatan menghimbau agar masyarakat pengguna TKA memberikan masukan maupun informasi jika dalam pelaksanaan permohonan Izin Tinggal di lapangan terdapat kendala atau ketidaknyamaan pelayanan. Silakan menghubungi kami atau mengirim email ke tka@imigrasi.go.id. Kami akan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan para investor di wilayah Indonesia," Demikian Dodi mengakhiri keterangannya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved