Berita Banjarmasin

Perjuangan Penjual Tisu di Lampu Merah Kota Banjarmasin Demi Obati Tumor Anaknya Setelah di-PHK

Mukti Wibowo setiap harinya ditemani seorang anak berusia 2,7 tahun. Di perut anaknya masih terbalut perban usai menjalani operasi.

Perjuangan Penjual Tisu di Lampu Merah Kota Banjarmasin Demi Obati Tumor Anaknya Setelah di-PHK
capture /banjarmasin Post
Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (7/3/2019) Halaman 1. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dengan hasil yang tak seberapa, Mukti Wibowo, menjajakan tisu untuk pengobatan anaknya, Muhammad Wildan yang terkena tumor.

Menjajakan tisu di traffic light Jalan Gatot Subroto-Veteran, Banjarmasin Timur, Mukti Wibowo setiap harinya ditemani seorang anak berusia 2,7 tahun. Di perut anaknya masih terbalut perban usai menjalani operasi.

Berbagai pengalaman pahit pun dialami. Dari panas terik, diguyur hujan hingga mendapatkan peringatan tegas berupa penyitaan sepeda pancalnya oleh satuan polisi pamong praja, pun sudah pernah dialami ayah empat anak itu.

"Kalau ada Satpol PP, paling saya bersembunyi di sini dulu, sampai mereka pergi," ujar Mukti yang sembari menggendong anaknya, Rabu (6/3) sore itu.

Mukti mengaku sebetulnya ia sadar apa yang telah dilakukannya tersebut salah. Apalagi dengan keberadaannya yang menjajakan tisu di pinggir jalan, tak jarang menjadi sasaran Satpol PP.

Baca: Simulasi UNBK di Kalsel, Tak Ada Jaringan Internet Siswa Pelosok Numpang Ikut Sekolah di Kota

Namun itu bukan tanpa alasan. Putranyalah yang kini menjadi pelecut ayah empat anak itu harus bekerja sebagai penjaja tisu di jalan.

Sebagaimana ditambahkan istrinya, Evi Susanti, Wildan diketahui mengidap penyakit tumor ginjal sejak usia enam bulan silam. Kondisi tersebut bahkan sempat membuat tubuh putranya yang semula gemuk, justru menyusut drastis yang juga disertai pembengkakan pada perutnya.

"Bahkan waktu itu saking tidak adanya uang, kami memakai uang kontrakan sebesar Rp 700 ribu, untuk membawa Wildan ke RS Sari Mulia Banjarmasin, " ceritanya.

Hasilnya pun menurut Evi cukup mengejutkan saat itu. Pasalnya, berdasarkan pemeriksaan USG, anak bungsunya itu ternyata divonis menderita tumor di bagian ginjal. "Bahkan kata dokter, kondisi itu harus segera dioperasi. Karena meskipun tumor tersebut jinak, tapi dikhawatirkan menyebar cepat ke organ lain," kata Evi.

Warga Pekapuran Raya RT 30, Banjarmasin Timur, yang baru hijrah dari Marabahan inipun, mencari cara demi mengobati putranya. Hingga usahanya itu akhirnya mendapatkan respon positif oleh Ketua RT setempat yang memberikan surat keterangan tidak mampu.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved