Temuan Buah Langka di Hutan Kalsel

Saat Musim Hujan, Pemuda Ini Justru Temukan Buah Langka di Pedalaman Meratus, Cek Jenisnya

Saat Musim Hujan, Pemuda Ini Justru Temukan Buah Langka di Pedalaman Meratus, Cek Jenisnya

Saat Musim Hujan, Pemuda Ini Justru Temukan Buah Langka di Pedalaman Meratus, Cek Jenisnya
Dok Hanif Wicaksono untuk BPost Group
Hanif Wicaksono sedang menikmati graveolens (buah langka) di pedalaman hutan Kalimantan Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bagi Hanif Wicaksono, tak ada henti-hentinya untuk mengembangkan buah langka yang ada di Kalsel.

Sebelumnya, pemuda lulusan Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadyah Malang (Jatim) mengembangkan buah langka berupa buah kasturi.

Berkat ketelatenannya, Hanif (panggilan sehari-harinya) ini sudah membuat ratusan bibit buah kasturi pada 2017/2018 lalu.

Dalam medio Pebruari 2019 kemarin, untuk catatan Hanif ini adalah pertama kalinya menemui spesies ini di Kalimantan Selatan. Sebab umumnya graveolens berada di Kalimantan bagian utara.

Baca: Sepupu Ariel NOAH Ungkap Kondisi Luna Maya Saat Tahu Pernikahan Syahrini dan Reino Barack di Jepang

Baca: Jawaban Maia Estianty Soal Kabar Kehamilannya, Istri Irwan Mussry Ungkapkan Kebahagiaan

Baca: Sepupu Ariel NOAH Ungkap Kondisi Luna Maya Saat Tahu Pernikahan Syahrini dan Reino Barack di Jepang

Baca: LINK Live Streaming Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2019 di Indosiar Sore Ini

Hanif yang dihubunggi via Whats App, Kamis (7/3/2019) menyebutkan, secara rasa spesies ini memang tidak istimewa namun warna yang dia punya memang luar biasa.

Nama dan Jenis Buah Langka

Graveolens dengan nama lokal Trako ini (seperti buah pepaken), namun warna dagingnya merah adalah kekayaan SDG dari pegunungan Meratus yang sudah seharusnya dilindungi dan dikelola dengan seksama.

Trako bisa dimanfaatkan sebagai indukan untuk sumber pangayaan dan pemuliaan durian yg notabene menjadi buah favorit banyak orang.

Bagi dunia konservasi, Durio Graveolens atau Trako ini masuk ke kategori 3 dari 12 pohon langka yang ditetapkan dalam buku Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) yang dibuat oleh tim LIPI bersama sejumlah pihak.

Seperti, Fauna dan Flora Internasional- Indonesia Programme (FFI-IP), Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI), dan dukungan dari Global Tree Campaign (GTC), Yayasan KEHATI, World Wildlife Fund (WWF), serta Yayasan Belantara.

Halaman
12
Penulis: Jumadi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved