Gladi Resik UNB di Kalsel

Siswa SMPN 5 Haruai Gantian Pakai Laptop Guru Belajar Menjawab Soal Menjelang UNBK

Kendala sejumlah sekolah sehingga tak bisa menggelar UNBK mandiri, selain karena jaringan internet, ketiadaan instalasi listrik, atau teknis lainnya.

Siswa SMPN 5 Haruai Gantian Pakai Laptop Guru Belajar Menjawab Soal Menjelang UNBK
Capture Banjarmasin Post
Harian Banjarmasin Pos Edisk Kamis, 7 Maret 2019 Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kendala yang dihadapi sejumlah sekolah sehingga tak bisa menggelar UNBK mandiri, selain karena jaringan internet, juga ketiadaan instalasi listrik, atau kendala teknis lain.

Di SMPN 5 Haruai, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, umpamanya. Selama ini terdapat empat unit pembangkit listrik tenaga surya, namun dua telah rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi. Dari dua panel tenaga surya yang tersisa hanya bisa digunakan untuk menyalakan lampu pada malam hari.

Pihak sekolah saat ini memiliki satu unit laptop yang secara bergantian digunakan untuk siswa belajar mengoperasikan dan menjawab soal.

"Guru membawa laptop ke sekolah dengan kondisi baterai penuh, siswa belajar sampai dayanya habis begitu terus setiap hari, jika cuaca sangat panas bisa untuk menambah daya meski juga tidak lama," ungkapnya.

Baca: Tak Ada Jaringan Internet, Gladi Resik UNBK di Kalsel, Pelajar Menginap di Rumah Dinas Kadisdik

Baca: Ikut Gladi Resik UNBK di Tanjung, 2 Hari Naik Pikap, Orangtua Siswa SMPN 5 Haruai Dijatah Bawa Beras

Sementara, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP Negeri Banjarmasin, Gusti Khairurrahman, melihat sejumlah SMPN di kota ini yang mengalami kendala teknis dalam pelaksanaan UNBK.

“Tahun lalu baru kan 5 SMPN di Kota Banjarmasin yang UNBK mandiri dan tahun ini 35 SMPN atau 100 persen UNBK. Yaa ada sejumlah sekolah mengalami kendala teknis,” katanya.

Dijelaskannya, kendala teknis yang akan dialami sejumah SMPN di kota ini karena baru tahun ini mereka melaksanakan UNBK. Tahun lalu ada sejumlah sekolah yang masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) seperti SMPN 12.

Menurutnya, kendala teknis ini lebih karena SMPN itu baru menggelar UNBK pertama kalinya. Ini perlu komunikasi sekolah setempat dengan pihak dinas pendidikan untuk mengatasi kendala teknis, seperti cara siswa mengoperasikan komputer.

Baca: Anang Hermansyah Hanya Bisa Bawa Ashanty Kencan di Pinggir Jalan Usai Cerai Dari Krisdayanti

Baca: Nikita Mirzani Sebut Ada Aksi Labrak Usai Terkuak Syahrini dan Reino Barack, Nasib Luna Maya

Adapun dari 14 SMPN di Kota Banjarbaru, belum semua sekolah bisa melaksanakan UNBK tahun ini secara mandiri.

Ada empat SMPN yang belum bisa melakukan UNBK secara mandiri itu yakni SMPN 5 Banjarbaru, SMPN 8 Banjarbaru, SMPN 9 Banjarbaru dan SMPN 11 Banjarbaru.

Kepala bidang pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Alamsyah menjelaskan sekolah yang belum bisa melakukan UNBK secara mandiri mereka akan bergabung dengan sekolah lain.(ogi/nia/ryn)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post dan E-Paper BPost edisi Kamis (7/3/2019).

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved