B Focus

Tak Ada Sponsor dan Peralatan, Papan Catur di Club Benteng Nasa pun Berkurang

DI pojok Jalan Nagasari Banjarmasin, beberapa pria duduk berhadapan. Mata mereka terarah ke papan catur yang ada di tengah.

Tak Ada Sponsor dan Peralatan, Papan Catur di Club Benteng Nasa pun Berkurang
capture /banjarmasin Post
Harian Banjarmasinpost.co.id Edisi Kamis (7/3/2019) Halaman 18. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMAISN - DI pojok Jalan Nagasari Banjarmasin, beberapa pria duduk berhadapan. Mata mereka terarah ke papan catur yang ada di tengah. Bukan sedang ada pertandingan, melainkan sekadar mengasah kemampuan berpikir.

Para penggemar catur itu tergabung dalam Club Catur Benteng Nasa. Menurut sang wakil ketua, Hendriani, tempat catur bagi siapa saja itu ada sejak 2000-an. Bahkan klub ini dulu paling rajin menggelar kejuaraan catur jalanan.

"Sejak pagi hingga malam tempat ini ramai dikunjungi. Mereka yang datang pecatur amatiran hingga bergelar master nasional (MN). Dari pengusaha, dosen, polisi, TNI, pengacara, PNS hingga tukang becak dan tukang ojek semua kumpul," tutur Hendriani kepada BPost, Rabu (6/3/2019).

Baca: Asah Otak di Akhir Pekan, Kompetisi Catur Mini Akhir Pekan di Percasi Kalsel, Terbuka dan Berhadiah

Baca: Klasemen Grup A Piala Presiden 2019 Jelang Persebaya vs Persib Bandung di Live Streaming Indosiar

Dulu, imbuh dia, sering digelar kejuaraan antarpemain. Namun kini tidak sebegitu ramai karena ketiadaan sponsor dan peralatan.

"Terakhir kejuaraan digelar pada 2017. Setelah itu vakum, soalnya sponsor tidak ada dan fasilitas juga semakin berkurang. Kini hanya sembilan papan catur," sebut Hendri.

Terkait itu, dia berharap Percasi Kalsel dan pemerintah daerah atau pihak ketiga memberikan tambahan fasilitas, baik papan catur maupun jam digital untuk catur cepat.

"Kalau bisa pemerintah ikut membantu. Di sini banyak melahirkan atlet catur berbakat. Di antaranya MN Rahmatullah dan MN Lukman. Sedangkan anggota kami yang eksis 30 orang lebih," ujar Hendri.

Satu pecatur yang biasa disapa Om Ijul, mengaku senang datang karena lawan yang dihadapi cukup sepadan.

"Suasananya juga tenang, enjoy dan ada warung untuk santai- santai. Lawan yang dihadapi kemampuannya sama, soalnya saya masih amatir," ucap pengusaha ekspedisi itu. (banjarmasinpost.co.id/arl)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved