Berita Banjarbaru

TPA Gunung Kupang Bertahan Lima Tahun Lagi

Tempat pembuangan akhir (TPA) Gunung Kupang di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru diprediksi bisa menampung sampah hingga lima tahun ke depan.

TPA Gunung Kupang Bertahan Lima Tahun Lagi
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Suasana TPA Gunung Kupang Cempaka, Banjarbaru 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Tempat pembuangan akhir (TPA) Gunung Kupang di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru diprediksi bisa menampung sampah hingga lima tahun ke depan.

Kawasan TPA ini memiliki luas lahan 10 hektar dan dikonsep dengan suasana yang asri dan rindang. Ada tanaman dan kebun buah di kawasan TPA Cempaka.

Sehingga suasana saat masuk ke kawasan TPA ini tidak langsung melihat tumpukan sampah. Melainkan suasana asri dari berbagai jenis tanaman peneduh dan tanaman buah.

Berdasarkan data dari dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, dalam satu hari sebanyak 102 hingga 104 ton sampah perhari masuk ke TPA Gunung Kupang.

Bila setiap harinya, TPA Gunung Kupang didistribusi sampah, lambat laun daya tampung TPA akan overload bila terus menerus ditumpuki sampah dalam setiap harinya.

Baca: Jelang Haul Guru Sekumpul, Penyewa Mobil Rental Kosapem di Banjarmasin Sepi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sirajoni mengatakan bahwa TPA Gunung Kupang diprediksi masih bisa menampung sampah tiga hingga lima tahun ke depan hingga batas overloadnya.

"Setiap harinya sampah yang masuk ke TPA Gunung Kupang berkisar 102 hingga 104 ton tiap harinya. Untuk itu perlu peran dari masyarakat untuk ikut melakukan pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga," katanya, Kamis, (7/3).

Sejauh ini, persentasi pengurangan sampah yang terjadi di Banjarbaru masih relatif kecil meski sudah adanya himbauan penggunaan kantong plastik di Banjarbaru.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait dengan pentingnya melakukan pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Mengingat sebagian besar sampah yang ada berasal dari sampah rumah tangga. Sehingga dengan begitu, sampah yang berasal dari rumah tangga bisa diminimalisir.

Baca: Prediksi Mbah Mijan Billy Syahputra Bernasib Seperti Kriss Hatta, Ditinggal Hilda Vitria?

Pihak juga berharap kesadaran masyarakat untuk mendukung perbaikan pengelolaan sampah seperti memisahkan sampah organik dan sampah plastik sejak dari rumah tangga semakin meningkat.

"Menyampaikan pesan atau semangat bahwa pengelolaan sampah sangat penting, bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga peran dunia usaha dan masyarakat," katanya.

Ditambahkannya mengatasi persoalan sampah untuk ke depannya harus didukung peran aktif hingga partisipasi semua lapisan masyarakat, bukan hanya mengandalkan peran pemerintah. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved