Berita Nasional

Wawancara Eksklusif Atiqah Hasiholan : Ibu Saya Tak Membuat Keonaran

RATNA Sarumpaet, terdakwa kasus berita bohong mengenai penganiayaan dirinya, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Wawancara Eksklusif Atiqah Hasiholan : Ibu Saya Tak Membuat Keonaran
Tribun Bogor/Instagram
Ratna Sarumpaet dan Atiqah Hasiholan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - RATNA Sarumpaet, terdakwa kasus berita bohong mengenai penganiayaan dirinya, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Memasuki sidang kedua, Rabu (6/3), tim penasihat hukumnya mengajukan eksepsi (keberatan atas surat dakwaan).

Putri Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan, menemani ibunya dalam persidangan kedua. Ia yakin, dalam putusan selanya majelis hakim PN Jakarta Selatan akan membebaskan sang ibu dari dakwaan. Berikut petikan wawancara Tribun Network dengan Atiqah.

Bagaimana tanggapan Anda soal penolakan permohonan penangguhan penahanan ibu Anda?

Ya alhamdulillah. Ibu saya memang sehat. Ibu saya bukan sakit yang kesakitan, tapi ibu saya memang sudah berusia.

Namanya sudah berusia pasti ada saja gangguan-gangguannya. Makanya kami menggunakan hak kita untuk meminta. Kalau hakim punya keputusan yang lain ya sudah, yang penting kami sudah meminta. Yang pasti ya kami namanya keluarga, ada hak ya masak tidak digunakan.

Baca: Simulasi UNBK di Kalsel, Tak Ada Jaringan Internet Siswa Pelosok Numpang Ikut Sekolah di Kota

Apakah akan mengajukan penangguhan penahanan lagi?

Kalau ada haknya ya ngajuin lagi. Terus saja kalau ada haknya.

Upaya apa saja yang sudah dilakukan keluarga untuk menyelesaikan perkara Ibu Anda?

Pastinya sudah konsultasi dengan berbagai ahli pidana. Di media-media, di televisi-televisi, juga para ahli menyampaikan hal yang sama seperti tercantum dalam eksepsi yaitu dakwaan terhadap ibu saya itu tidak tepat.
Pasal yang dituduhkan pada ibu saya merupakan delik materil bukan delik formil. Jadi dalam delik materiil itu harus ada akibat dari perbuatan ibu saya. Apakah perbuatan ibu saya mengakibatkan keonaran?

Terjadinya keonaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 Undang-undang No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, adalah terjadinya kerusuhan. Apakah cuitan (di Twitter) orang itu dianggap kerusuhan? Gitu kan? Kerusuhan yang harus diselesaikan pihak berwajib, gitu ya?

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved