Berita Banjarbaru

BMKG Ingatkan Jemaah Haul Waspadai ini

Menurut, Kepala BMKG Syamsuddin Noor Banjarbaru, Karmana, kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Selatan selama seminggu ini pada umumnya berpotensi

BMKG Ingatkan Jemaah Haul Waspadai ini
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Plang penunjuk arah Haul Guru Sekumpul mulai terpasang di sepanjang Jalan Trikora Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Potensi hujan disertai angin kencang masih mengancam di Kalsel.

Menurut, Kepala BMKG Syamsuddin Noor Banjarbaru, Karmana, kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Selatan selama seminggu ini pada umumnya berpotensi hujan ringan hingga hujan sedang dan angin umumnya bertiup dari arah Barat Laut hingga Timur dengan kecepatan berkisar antara 5 - 35 kilometer per jam.

"Prakiraan cuaca di wilayah Kalimantan Selatan Tanggal 09 - 12 Maret dipredikai hujan ringan sedang hingga berpotensi hujan lebat serta angin kencang. Sehingga perlu diwaspadai juga adanya potensi petir dan angin kencang," kata Karmana.

Dijelaskan dia, kondisi cuaca buruk selama beberapa hari terakhir dan potensi cuaca buruk beberapa hari kedepan dipengaruhi oleh adanya fenomena MJO (Madden Julllian Oscillation) yang memasuki wilayah Indonesia, yang mana dengan adanya fenomena ini pertumbuhan awan di wilayah Indonesia termasuk Kalsel meningkat.

Untuk informasi tinggi gelombang, perlu diwaspadai potensi gelombang tinggi dengan maksimum tinggi gelombang mencapai 3 meter di perairan selatan kalsel.

Baca: Sosok Ini Pergoki Reino Barack ke Rumah Luna Maya Tengah Malam Bawa Koper dan Malah Nikahi Syahrini

Baca: Jawaban Gading Marten Usai Pamer Bareng Mantan Ariel NOAH, Sophia Latjuba dan Permintaan Pada Gisel

Baca: Reaksi Dewi Perssik Jadi Sorotan Dengar Pramono Edie Wibowo Jadi Penolong Istri SBY, Ani Yudhoyono

Baca: Undangan Pernikahan Isyana Sarasvati dan Putra Bungsu Jokowi Iriana, Kaesang Pangarep Buat Heboh

Menurut dia fenomena pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia ini akan berimbas ke Kalsel.

MJO merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur dan dapat meningkatkan potensi curah hujan di daerah yang dilaluinya.

MJO diprakirakan akan bergerak melintas wilayah Indonesia yang dapat bertahan hingga satu minggu ke depan.

Kondisi ini menyebabkan masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia, khususnya di Indonesia bagian Barat dan Tengah, yang membawa dampak meningkatnya potensi curah hujan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hingga Sulawesi

Selain MJO, dari analisis pola pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia Barat Sumatera yang membentuk daerah pertemuan angin cukup konsisten di wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved