Berita Banjarmasin

Imbas Dihilangkannya Iklan Rokok dan Reklame Jenis ini ke Pemasukan Pajak Kota Banjarmasin

Keberadaan reklame berbagai macam jenis di Kota Banjarmasin memberikan pemasukan untuk pajak dari segi iklan di Banjarmasin.

Imbas Dihilangkannya Iklan Rokok dan Reklame Jenis ini ke Pemasukan Pajak Kota Banjarmasin
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (8/3/2019) 

.CO.ID, BANJARMASIN - Keberadaan reklame berbagai macam jenis di Kota Banjarmasin memberikan pemasukan untuk pajak dari segi iklan di Banjarmasin.

Bahkan disinyalir, pemasukan PAD dari sektor pajak reklame mencapai Rp 2 miliar lebih.

Namun, meski menurut peraturan Pemko Banjarmasin wajib memiliki izin, faktanya masih ada saja reklame yang tidak berizin, terutama jenis baliho, spanduk, umbul-umbul dan baner (insidentil).

Serta jenis bando yang masa izinnya habis dan sudah tidak bisa diperpanjang lagi oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin.

Adanya reklame yang tidak berizin diakui oleh Kepala Bidang Penetapan dan Pendataan Bakeuda Kota Banjarmasin, Budian Noor.

Baca: Balasan Angela Lee Usai Dituding Jadi Orang Ketiga Antara Billy Syahputra dan Hilda Vitria

Baca: Curhatan Iriana Tentang Jokowi Buat Nagita Slavina Kaget, Raffi Ahmad Sampai Mencontohkan

Baca: Rina Nose Blak-blakan Soal Penyebabnya Lepas Hijab ke Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar

Baca: Aisyahrani Beberkan Lokasi Bulan Madu Syahrini dan Reino Barack, Mantan Luna Maya Usai Sah Menikah

Namun menurutnya, bisa jadi yang tidak berizin karena periode izinnya habis, kemudian untuk memperpanjang malah tidak bisa.

"Ada saja wajib pajak (pengusaha advertising) yang biasanya datang ke sini untuk bayar pajak. Tapi ternyata izin mereka habis. Jadi kami tidak bisa menerima pembayarannya," jelas Budi.

Ia juga menyampaikan, penerimaan pajak untuk reklame atas izin yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota (DPMPTSP) Banjarmasin.

Dari instansi itu pula kemudian memberikan rekomendasi pada bidang penagihan.

Sehingga wajib pajak bisa menyetor pajak reklame.

Ia mengatakan, Bakeuda Banjarmasin hanya memungut pajak untuk reklame yang sudah berizin.

Tahun ini, dikatakan Budi, target pajak untuk reklame turun.

Hal itu disebabkan reklame jenis bando yang dihilangkan serta iklan rokok.

Sehingga secara otomatis pemasukan pajak reklame pun berkurang.

"Tahun 2019, target pajak reklame (baliho, billboard, videotron dan megatron) sebesar Rp 3,5 milar. Sementara spanduk 150 juta. Turunnya sekitar Rp 150 juta dari tahun sebelumnya," jelas Budi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved