Berita Tanahbumbu

Perusahaan Batu Bara Janji Bantu Kesulitan Air Bersih Warga, Kepala DLH Tanahbumbu Lakukan ini

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanahbumbu, Rahmat Prapto Udoyo mengutus beberapa orang staf, mengecek ke lokasi terkait tindak lanjut hasil

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanahbumbu, Rahmat Prapto Udoyo mengutus beberapa orang staf, mengecek ke lokasi terkait tindak lanjut hasil pertemuan dengan perusahaan yang berjanji menyalurkan air bersih ke masyarakat.

Bantuan distribusi air bersih untuk masyarakat terdampak aktivitas pertambangan batu bara, lantaran tercemarnya air sungai Sebamban yang menjadi urat nadi warga Sebamban Lama dan Sebamban Baru, Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanahbumbu beberapa waktu lalu.

Rahmat menegaskan, sesuai dijanjikan beberapa perusahaan telah mengadakan tandon air sebagai langkah awal untuk pendistribusian air bersih ke masyarakat.

Baca: Sosok Ini Pergoki Reino Barack ke Rumah Luna Maya Tengah Malam Bawa Koper dan Malah Nikahi Syahrini

Baca: Undangan Pernikahan Isyana Sarasvati dan Putra Bungsu Jokowi Iriana, Kaesang Pangarep Buat Heboh

Baca: Jawaban Gading Marten Usai Pamer Bareng Mantan Ariel NOAH, Sophia Latjuba dan Permintaan Pada Gisel

Baca: Reaksi Dewi Perssik Jadi Sorotan Dengar Pramono Edie Wibowo Jadi Penolong Istri SBY, Ani Yudhoyono

"Beberapa perusahaan sudah lapor, menyampaikan bahwa tandon air sudah ada. Sebagai langkah awal," kata Rahmat kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (8/3/2019).

Terkait hal itu Rahmat telah mengutus beberapa orang staf di DLH turun ke lapangan.

Melakukan koordinasi dengan camat dan kepala desa.

"Ada beberapa orang turun ke lapangan. Ya mungkin dua sampai tiga orang," terang Rahmat kepada banjarmasinpost.co.id.

Terlepas bantuan air bersih dijanjikan perusahaan, disinggung normalisasi sungai Sebamban yang tercemar, Rahmat belum bisa memastikan karena masih persiapan.

"Masih persiapan. Itu rencana minggu depan rapatnya. Tapi untuk langkah awal, seperti saya minta perusahaan menyiapkan tandon air," tandas Rahmat.

Sebelumnya diberitakan warga dua desa di Sebamban Baru dan Lama, Kecamatan Sungai Loban resah karena air sungai yang menjadi urat nadi mereka berubah warna menjadi coklat.

Keresahan warga terutama mereka kebanyakan bergantung dengan air sungai, tercemar akibat aktivitas pertambangan di hulu sungai tersebut.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved