Gaya Hidup Tanpa Plastik, 5 Barang Tak Terduga yang Mengandung Plastik

Sejak tanggal 1 Maret, minimarket di Indonesia tidak lagi menyediakan kantong plastik secara gratis demi mengurangi sampah plastik.

Gaya Hidup Tanpa Plastik, 5 Barang Tak Terduga yang Mengandung Plastik
bustle
menstrual cup adalah alat untuk menampung darah selama menstruasi yang fungsinya sama dengan pembalut konvensional. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gaya hidup tanpa plastik sedang digaungkan saat ini.

Sejak tanggal 1 Maret, minimarket di Indonesia tidak lagi menyediakan kantong plastik secara gratis demi mengurangi sampah plastik.

Bahkan, pertunjukan musik Java Jazz Festival yang berlangsung di Jakarta awal Maret lalu juga dijadikan ajang kampanye untuk mengurangi sampah plastik.

Kampanye bertajuk "Sayangi bumi" itu mengimbau kelompok milenial mengganti produk minuman berbahan plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.

Tak hanya di Indonesia, gaya hidup tanpa plastik ini juga gencar disuarakan masyarakat di dunia.

Dalam ajang Festival Glastonbury yang berlangsung di Inggris pada minggu lalu, misalnya, penyelenggara melarang penjualan botol sekali pakai untuk pertama kalinya dalam 49 tahun sejarahnya.

Baca: Unggah Foto Syahrini Berbalut Kebaya Anggun, Keluar Kata Romantis dari Mulut Reino Barack

Baca: Reaksi Aisyahrani Saat Ditanya Nikita Mirzani Pernah Dilabrak dan Diblokir Syahrini Reino Barack

Baca: Mbah Mijan Beda Pendapat dengan Maia Estianty yang Sempat Minta Al Ghazali Menikah dengan Alyssa

Baca: Rizky Febian Nyamar Minta Pacar Selebgramnya Azalia Foto Vulgar, Ini Jawaban yang Diterima Anak Sule

Dan pada bulan Januari, skema daur ulang lensa kontak bebas plastik pertama diluncurkan di Inggris dalam upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari limbah plastik.

Menurut penelitian baru, saluran air Inggris dipenuhi dengan polusi plastik, dengan jumlah hingga 1.000 mikroplastik atau potongan kecil plastik - ditemukan per liter di sungai yang tercemar.

Dr Christian Dunn, seorang peneliti lahan basah di Bangor University yang melakukan penelitian ini, mengatakan plastik mikro harus dianggap sebagai kontaminan serius yang muncul, sama seperti limbah farmasi dan pestisida.

Hidup tanpa plastik memang bukan hal mudah, karena kita begitu dekat dengan plastik.

Halaman
1234
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved