Pileg 2019

Ada Caleg DPR-RI yang Sebar 1.000 Baliho di Kalsel, Habiskan Rp 500 Juta untuk APK

Makanya tak heran, APK caleg dalam bentuk baliho, umbul-umbul, spanduk dan lainnya bertebaran di mana-mana, di seluruh daerah di Kalsel.

Ada Caleg DPR-RI yang Sebar 1.000 Baliho di Kalsel, Habiskan Rp 500 Juta untuk APK
capture /banjarmasin Post
Banjarmasin Post Edisi Minggu 10 Maret 2019, Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  - Dibanding pemilu legislatif (Pileg) 2014), pada Pileg 2019 ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedikit membuka kelonggaran terkait promo calon anggota legislatif (Caleg). Kini, caleg dibolehkan memasang alat peraga kampanye (APK) di titik-titik yang ditentukan.

Makanya tak heran, APK caleg dalam bentuk baliho, umbul-umbul, spanduk dan lainnya bertebaran di mana-mana, di seluruh Kalsel.

Pantauan BPost dalam sepekan terakhir, hampir semua sudut kota Banjarmasin terdapat APK. Sedangkan tempat favorit dipasangi APK adalah lahan atau tanah kosong, seperti di Jalan Perdagangan, di kawasan Pelabuhan Lama, di Jalan RE Martadinata, dan dekat Jembatan RK Ilir.

"Maklum saja, kan jelang pemilu. Jadi ya penuh lah lahan kosong dengan caleg mempromosikan diri mereka. Itu wajar saja," kata seorang warga, Udin.

Baca: Hasil Kualifikasi MotoGP Qatar 2019, Vinales Pole, Lorenzo Crash, Valentino Rossi? Live Trans 7

Baca: Jadwal Siaran Langsung MotoGP Qatar di Trans7 Minggu (10/3), Valentino Rossi & Dimas Ekky Tercecer

Baca: Link Live Streaming Trans 7 - MotoGP Qatar 2019 Minggu (10/3) Valentino Rossi & Dimas Ekky Berat?

Salah seorang caleg DPR RI dari Partai Berkarya, Habib Fathurrachman Bahasyim, mengatakan dia menyiapkan uang Rp 10 juta untuk pemasangan APK. "Kalau dibilang cukup itu tidak cukup, tapi kalau dicukupkan Insya Allah cukup," ujarnya, Sabtu (9/3).

Nasrullah AR, caleg DPR RI dari PPP Kalsel, mengaku dia tidak sekadar memanfaatkan APK tapi juga memanfaatkan media sosial. “Media sosial lebih efektif. Saya bisa menyampaikan pesan langsung ke tangan masyarakat,” ujarnya.

Sekretaris PW NU Kalsel yang juga ketua bidang MUI Kalsel ini mengatakan, memanfaatkan media sosial lebih murah. “Tidak ada anggaran khusus untuk media sosial. Saya dibantu relawan,” ujarnya.

Nasrullah mengaku dia tetap menggunakan APK. “Saya sebar ribuan baliho di kabupaten dan kota di Kalsel. APK ini saya rasa tetap penting, sebagai media publikasi agar orang bisa melihat pesan yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Dana untuk APK, kata Nasrullah, sekitar ratusan juta rupiah. “Ya kisaran lebih dari Rp 500 juta untuk APK. Paling penting pemasangan APK sesuai aturan, tidak di tiang listrik, pohon, dan jangan memakan badan jalan," ujarnya.

Anggota DPR RI, Syaifullah Tamliha, yang kembali mencalonkan diri jadi anggota DPR dari PPP, tidak bersedia bicara detail tentang APK. Alasannya menyangkut strategi pemenangan.

"APK menyangkut logistik ‘perang’ sehingga tidak perlu diketahui publik,” ujarnya. (kur/dwi)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post dan e-Paper BPost Edisi Minggu (10/3/2019)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved