Ekonomi dan Bisnis

Bak Lukisan, UMKM Murakata Sasirangan Tingkatkan Inovasi Motif dan Pewarnaan

Produk kerajinan khas banua ini juga ditekuni dan dikembangkan oleh Diansyah yang berdomisili di Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST).

Bak Lukisan, UMKM Murakata Sasirangan Tingkatkan Inovasi Motif dan Pewarnaan
banjarmasinpost.co.id/mariana
UMKM Murakata Sasirangan ikuti Apindo UMKM Expo 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berdasarkan data DPP Apindo Kalsel, saat ini tidak kurang dari 120 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sasirangan tersebar di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Produk kerajinan khas banua ini juga ditekuni dan dikembangkan oleh Diansyah yang berdomisili di Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST).

Bersama sang istri, Helda Apidini, UMKM berupa produk sasirangan dirintisnya sejak dua tahun lalu, dan diberi nama UMKM Murakata Sasirangan.

Beragam motif indah pun terlihat, dalam bentangan kain hasil karya UMKM Murakata Sasirangan yang dipamerkan pada Apindo Expo 2019 yang berlangsung di Gedung Sultan Suriansyah, 8-9 Maret lalu.

"Kami selalu berupaya meningkatkan inovasi dan kreativitas pada teknik pewarnaan agar lebih hidup dengan desain motifnya sehingga tampak seperti lukisan," ujar Diansyah kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Mahyupi ini Bahagia Jadi Juara Satu Lomba Motif Sasirangan di BSF 2019, Dapat Hadiah dari Ibnu Sina

Selain teknik pewarnaan, dia juga terus mengusung dan mengembangkan motif dan corak lokal yang lebih halus dan detail, misalnya pada tumbuhan, yakni bunga mawar dan padi yang dipola menyerupai aslinya.

Meski baru dua tahun, beragam penghargaan telah diraih UMKM Murakata Sasirangan, di antaranya juara 2 Lomba Desain Provinsi 2017, dan UMKM Terwow 2018 di Banjarbaru.

Serta apresiasi tertinggi didapatkan pada ajang Apindo Award 2019, sebagai satu dari lima UMKM terbaik di Kalsel. Penghargaan dalam bentuk piagam tersebut diserahkan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang digelar bertepatan pada event Apindo UMKM Summit and Expo 2019.

Selain menggunakan pewarna tekstil, Diansyah juga saat ini tengah mengenalkan dan mengembangkan teknik pewarnaan alami, salah satunya menggunakan putri malu. Kain yang dijualnya berkisar mulai Rp 110.000 hingga Rp 2.000.0000. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana).

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved