Haul Guru Sekumpul

Dapur Taufik Sembelih 35 Sapi dan Siapkan Ribuan Bungkus Nasi untuk Jemaah Haul ke-14 Guru Sekumpul

Juru masak dan relawan di dapur umum di Gang Taufik (Dapur Faufik) sejak siang kemarin sibuk mempersiapkan menu untuk jemaah Haul Ke-14 Guru Sekumpul.

Dapur Taufik Sembelih 35 Sapi dan Siapkan Ribuan Bungkus Nasi untuk Jemaah Haul ke-14 Guru Sekumpul
capture /banjarmasin Post
Jemaah Haul ke-14 Guru Sekumpul memadati kawasan Sekumpul Martapura, Sabtu (9/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Juru masak dan relawan di dapur umum di Gang Taufik (Dapur Faufik) sejak siang kemarin sudah sibuk mempersiapkan menu untuk jemaah yang hadir Haul Ke-14 Guru Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar.

Dapur Taufik merupakan dapur unum terbesar yang letaknya tak terlalu jauh dari Kompleks Sekumpul.

"Jumlahnya 35 ekor sapi. Sepuluh ekor di antaranya sudah dipotong dan sisanya akan dipotong siang ini (kemarin,Red)," ujar Rusdian, pengawas Dapur Taufik, Sabtu (9/3).

Kegiatan memasak perdana, jelasnya, dimulai siang ini sekitar pukul 14.00 Wita. Juru masak dari relawan internal karena menu yang dinasak menu biasa yakni nasi putih dengan lauk daging sapi.

"Masakannya dibungkus dan akan kami siapkan untuk jemaah yang mengikuti acara haul malam ini," jelasnya didampingi dua relawan, Ahmad Saleh dan H Faturahman.

Baca: Firdaus Sudah Tiga Tahun Digratiskan Belasan Ribu Nasi Samin Bagi Jamaah Haul Guru Sekumpul

Baca: Sebagian Jemaah Haul Guru Sekumpul Bersantai di Tempat Ini, Udaranya Segar

Kegiatan memasak berikutnya, beber Rusdian, dilanjutkan besok pagi untuk menyediakan makanan jemaah haul, Minggu (10/3/2019). Pantauan di lokasi, relawan telah standby. Semua perlengkapan juga siap seperti 20 unit panci raksasa volume 7-12 blek beras.

Dapur Taufik menyiapkan 600 blek beras untuk jemaah haul atau sekitar 1.200 bungkus. Menu masakan pada hari kedua yakni nasi samin (gurih). "Kalau pada kegiatan memasak kedua besok pagi, juru masaknya khusus dari Keraton sekitar 200 orang," jelas Rusdian.

Jalan Sekumpul Martapura, sejak Sabtu (9/3) sore sudah ditutup karena jemaah sudah memadati kawasan itu. Dari titik tersebut ditutup total dan hanya diperkenankan bagi pejalan kaki menuju Kubah Guru Sekumpul. Kecuali kendaraan relawan yang memasok logistik (makanan) dan ambulans.

Kawasan sekitar Kompleks Sekumpul sangat padat. Jemaah terus berdatangan dari berbagai penjuru. Panas terik matahari seolah tak mereka rasakan. Mereka terus berduyun-duyun menuju Kompleks Sekumpul guna mengikuti haul. Beberapa jemaah ada yang memilih bertahan di luar kompleks Sekumpul karena merasa tak sanggup antre yang begitu membeludak dengan jemaah.

Baca: Semua Jenis Kendaraan Tak Boleh Lewat, Jalan Menuju Haul Guru Sekumpul Ditutup Total dari Km Ini

Baca: Bangun Posko Haul Sekumpul, Relawan Baburahmah Bagikan Paket Makanan

"Saya di sini saya, sudah lega rasanya hati bisa melihat dari dekat Kompleks Sekumpul meski tak bisa masuk," ucap Rahman, jemaah dari Samarinda.

Ia datang berdua dengan rekannya. Tiba di Martapura pukul 13.00 Wita dan langsung menuju kawasan Sekumpul. Cukup lama ia berdiri di depan Kompleks Sekumpul bersama jemaah lainnya. Sabtu malam memang akan dimulai kegiatan haul Abah Guru Sekumpul, dan puncaknya pada Minggu(10/3) malam ini. (banjarmasinpost.co.id/roy)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved