Pileg 2019

Incumbent Beri Contoh, Pasang APK Pileg Pemilu 2019 Sesuai Aturan KPU dan Minta Izin Pemilik Lahan

Menurut dia, untuk pemasangan APK di luar jalan-jalan utama dia mengikuti peraturan dari KPU dan berkoordinasi dengan Bawaslu.

Incumbent Beri Contoh, Pasang APK Pileg Pemilu 2019 Sesuai Aturan KPU dan Minta Izin Pemilik Lahan
capture /banjamasin Post
Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu 10 Maret 2019, Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - DIBANDING caleg baru di Pemilu 2019, petahana Pileg 2019 tampaknya lebih siap menggunakan APK sebagai strategi sosialisasi. Seperti dilakukan anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnaningsih.

Caleg dari Partai Demokrat ini mengungkapkan detail lokasi-lokasi pemasangan APK dirinya.

"Pemasangan APK di jalan protokol tentunya ada budget sendiri lah," kata anggota DPRD Kota yang maju kembali ini.

Menurut dia, untuk pemasangan APK di luar jalan-jalan utama dia mengikuti peraturan dari KPU dan berkoordinasi dengan Bawaslu.

“Selain itu tim saya juga meminta izin dengan RT setempat, minta izin pemilik rumah dan juga jaga malam. Untuk di warung-warung, biasanya keinginan dari pemilik warung yang bersedia warungnya dipasang," ucapnya.

Baca: Ada Caleg DPR-RI yang Sebar 1.000 Baliho di Kalsel, Habiskan Rp 500 Juta untuk APK

Baca: Ada Caleg Sebar 1.000 APK di Kalsel, Lahan Kosong Tempat Favorit Pemasangan APK Pemilu 2019

Baca: Pemasangan APK Pemilu 2019 Tak Terbendung, Bawaslu Kalsel Temukan 59 Pelanggaran

Sri mengatakan pemasangan APK tak bisa sembarangan lagi. Ada aturan mainnya dari KPU seperti minta izin dengan pemilik rumah jika memasang di lingkungan rumah orang dan lainnya.

"Saya ikuti aturan saja, apalagi saya incumbent yang maju lagi. Jadi harus berikan contoh kepada orang lain untuk selalu ikuti aturan yang ada," ujarnya.

Anggota DPRD Kalsel dari PKS, Hariyanto, yang juga kembali mencaleg mengaku mengombinasikan sosialisasi antara sosial media dengan APK. "Secara umum, tidak ada satu strategi yang bisa dipakai tiap saat dan setiap tempat. Itulah perlunya strategi campuran atau kombinasi yang harus dilakukan oleh partai atau caleg. Mengapa? Karena calon pemilih sangat beragam latar belakangnya," ujarnya.

Hj Siti Hajar, caleg DPRD Kalsel dari Partai Bulan Bintang, menuturkan dirinya memasang baliho di jalan utama karena agar bisa dilihat masyarakat. "Agar bisa dilihat masyarakat luas, agar masyarakat bisa mengenal sosok calon legislatif yang akan mereka pilih nanti," ujarnya.

Apa perlu budget besar? Ia mengatakan tidak, karena tanah tempatnya memasang baliho punya temannya. “Jadi saya diizinkan saja,” ujarnya. (dwi/kur)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved