Berita Batola

Kampung Kerupuk di Desa Sahurai Batola, Ibramsyah Bisa Produksi 100 Kg per Minggu

Di kanan kiri jalan, tepatnya di halaman rumah warga Desa Sahurai, Rantau Badauh, terlihat aktivitas warga membuat kerupuk dari bahan baku singkong.

Kampung Kerupuk di Desa Sahurai Batola, Ibramsyah Bisa Produksi 100 Kg per Minggu
capture /banjarmasin Post
Kampung Kerupuk Batola 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Terasa ada yang berbeda saat menelusuri jalan di Desa Sahurai, Kecamatan Rantau Bedauh, Kabupaten Batola. Di kanan kiri jalan, tepatnya di halaman rumah, terlihat aktivitas warga membuat kerupuk dari bahan baku singkong.

Kegiatan membuat kerupuk itu dimulai dari pagi sampai sore. Prosesnya dari mengupas singkong, membuat dan membuat adonan hingga menjemur kerupuk singkong. Selain menggunakan tenaga manusia, proses pembuatan kerupuk itu ada juga yang menggunakan alat semi otomatis untuk memotong adonan kering kerupuk.

“Hampir semua warga di Desa Sahurai membuat kerupuk singkong. Membuat kerupuk ini sudah turun-temurun,” kata seorang perajin kerupuk di RT 01 Desa Sahurai, Muhamamad Ibramsyah (36), Sabtu (9/3).

Menurut Ibramsyah, dalam waktu satu minggu setiap warga bisa memproduksi satu pikul atau satu kuintal atau 100 kilogram kerupuk singkong. “Kerupuk singkong yang kami buat ada yang murni tanpa rasa, dan ada pula kerupuk singkong rasa ketumbar dan bawang,” ujarnya.

Baca: Sebagian Jemaah Haul Guru Sekumpul Bersantai di Tempat Ini, Udaranya Segar

Baca: Ada Caleg DPR-RI yang Sebar 1.000 Baliho di Kalsel, Habiskan Rp 500 Juta untuk APK

Untuk bahan baku singkong, didatangkan dari kecamatan tetangga seperti Kecamatan Barambai dan Kecamatan Wanaraya. Sedangkan kerupuk mentah dijual ke sejumlah daerah di Kalsel dan Kalteng, seperti Samarinda, Kota Palangkaraya, Batulicin, Kota Banjarmasin, Anjir dan Kapuas.

“Pembelinya sudah ada. Kami jual Rp 10 ribu per kilogramnya,” ujarnya.

Membuat kerupuk singkong ini terkendala cuaca. “Hujan menjadi kendala utama. Kami tak bisa menjemur kerupuk mentah secara maksimal, kalau hujan,” ujarnya.

Tak hanya warga Desa Sahurai, warga desa tetangga yakni Desa Sungai Gampa juga banyak yang membuat kerupuk singkong. “Ratusan warga Desa Sahurai membuat kerupuk singkong. Begitu juga di Desa Sungai Gampa,” ujarnya.

Camat Rantau Bedauh, Juliannor Fatahillah, menjelaskan ke depan kampung kerupuk baik Desa Sahurai maupun Desa Sungai Gampa akan ditata menjadi kawasan wisata, karena lokasinya juga berada di pinggir Sungai Barito.

Baca: Live RCTI Liga Inggris, Arsenal vs Man United, Melawan Keangkeran Emirates

Baca: Link Live Streaming Trans 7 - MotoGP Qatar 2019 Minggu (10/3) Valentino Rossi & Dimas Ekky Berat?

“Perlu keterlibatan banyak pihak seperti dinas pariwisata, dinas perindustrian dan perdagangan dan instansi lainnya untuk menjadikan kampung kerupuk Desa Sahurai dan Desa Sungai Gampa menjadi kawasan wisata,” ujarnya.

Kampung kerupuk ini, kata Juliannor, masih kekurangan bahan baku singkong, sehingga ke depan perlu kerja sama dengan Desa Sinar Baru untuk pengadaan bahan baku singkong.

“Pihak kecamatan juga akan menjajaki kerja sama pengadaan bahan singkong dengan perusahaan pakan,” ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved