Berita Kalteng

Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana di Kabupaten Kapuas, Ini Tujuannya

Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Apel Gabungan Kesadaran Nasional dan Hari Kesiapsiagaan serta Gelar Pasukan dan Peralatan, Senin (11/3/2019).

Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana di Kabupaten Kapuas, Ini Tujuannya
banjarmasinpost.co.id/m fadli setia rahman
Apel Gabungan Kesadaran Nasional dan Hari Kesiapsiagaan serta Gelar Pasukan dan Peralatan di Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas, Senin (11/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Apel Gabungan Kesadaran Nasional dan Hari Kesiapsiagaan serta Gelar Pasukan dan Peralatan, Senin (11/3/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas tersebut dilaksanakan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan tahun 2019.

Apel gabungan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kapuas HM Nafiah Ibnor yang juga langsung berkeliling mengecek pasukan dan peralatan didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga.

Wakil Bupati Kapuas H M Nafiah Ibnor mengatakan melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana yang diperingati setiap tanggal 26 April agar dijadikan sebagai momentum bagi semua untuk selalu waspada terhadap terjadinya bencana.

Baca: Luna Maya Bicara Penyakit Mematikan Setelah Syahrini dan Reino Barack Blak-blakan Soal Pernikahannya

Baca: Tersenggol dari LIDA 2019, Linda Meminta Maaf Kepada Masyarakat Kalsel

Baca: Balasan Via Vallen pada 2 Orang yang Merendahkannya Saat Konser, Sampai Polisi Lakukan Ini

Bencana tidak dapat diprediksi tapi dapat diminimalisir risikonya, semakin semua pihak sadar bencana semakin besar kemungkinan siap untuk selamat menghadapi bencana.

"Kabupaten Kapuas meskipun tidak berada pada jalur patahan dan cincin api "Ring Of Fire" tapi berdasarkan hasil kajian Kabupaten Kapuas merupakan salah satu Kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki indeks kerawanan bencana yang cukup tinggi," katanya.

Terutama bencana kebakaran hutan dan lahan, bencana banjir dan angin puting beliung.

Lebih lanjut disampaikannya, dalam tiga tahun belakangan Kabupaten Kapuas mampu mengurangi kejadian kebakaran hutan dan lahan, hampir lebih kurang 70 persen.

Jika dibandingkan kejadian tahun 2015 yang lalu, ini terlihat dari jauh menurunnya jumlah titik panas (Hot Spot), luasan yang terbakar maupun dampak kabut asap yang ditimbulkan.

“Kondisi ini harus terus ditingkatkan, untuk itu perlu kerjasama semua Stake Holder yang terlibat baik pemerintah, TNI/Polri, Swasta dan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kapuas," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved