Berita Internasional

Baru 5 Bulan Setelah Indonesia, Boeing 737-800 MAX Kembali Jatuh, 149 Penumpangnya Tewas

Setelah jatuh lima bulan lalu di Indonesia atau tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis Boeing 737-MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh

Baru 5 Bulan Setelah Indonesia, Boeing 737-800 MAX Kembali Jatuh, 149 Penumpangnya Tewas
Facebook/Ethiopian Airlines
CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam mendatangi lokasi jatuhnya pesawat pada Minggu (10/3/2019), di sekitar Kota Bishoftu atau Debre Zeit, sekitar 50 km sebelah selatan Ibu Kota Etiopia, Addis Ababa. Sebanyak 149 penumpang dan 8 kru tewas dalam kecelakaan itu, satu di antaranya WNI. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setelah jatuh lima bulan lalu di Indonesia atau tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis Boeing 737-MAX 8 atau Boeing 737-800 MAX milik Ethiopian Airlines ke Nairobi kembali jatuh pada Minggu pagi.

Pasat jet penumpang ini membawa 149 penumpang dan 8 anggota awak, tidak ada yang selamat dalam kejadian tersebut.

Dilansir Reuters, Minggu (10/3), penerbangan meninggalkan bandara Bole di Addis Ababa pukul 8.38 waktu setempat, sebelum kehilangan kontak dengan menara kontrol hanya beberapa menit kemudian pukul 8.44 pagi.

"Tidak ada yang selamat di dalam pesawat, yang mengangkut penumpang dari 33 negara," kata Perusahaan Penyiaran Ethiopia milik pemerintah, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di maskapai itu.

Baca: Luna Maya Blak-bkalan Bilang Masih Mencintai Suami Syahrini, Menangis saat Ditanya Pria Ganteng Ini

Baca: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Zul Zivilia, Bongkar Habis Semua Jaringan hingga Pembeli Ecek-ecek

Baca: Menguak Nomor Telepon Cantik Dokter Gigi di Kalimantan Selatan, 9191 atau 6161

Penerbangan ET 302 jatuh di dekat kota Bishoftu, 62 kilometer tenggara ibukota Addis Ababa, kata maskapai itu, menambahkan bahwa pesawat itu adalah Boeing 737-800 MAX, nomor registrasi ET-AVJ.

Sebelum terjatuh penerbangan itu memiliki kecepatan vertikal yang tidak stabil setelah lepas landas, kata situs web pelacakan penerbangan Flightradar24 pada feed Twitter-nya.

Saat ini di bandara Nairobi, banyak saudara penumpang menunggu di pintu gerbang, tanpa informasi dari otoritas bandara. “Kami hanya menunggu ibuku. Kami hanya berharap dia mengambil penerbangan lain atau ditunda. Dia tidak mengangkat teleponnya, "kata Wendy Otieno, menggenggam teleponnya dan menangis.

Robert Mutanda, 46 tahun, sedang menunggu saudara iparnya datang dari Kanada. "Tidak, kami belum melihat siapa pun dari maskapai atau bandara," katanya kepada Reuters pukul 1 siang, lebih dari tiga jam setelah penerbangan hilang. "Tidak ada yang mengatakan apa-apa kepada kita, kita hanya berdiri di sini berharap yang terbaik."

Kantor perdana menteri Ethiopia mengirimkan belasungkawa melalui Twitter kepada keluarga mereka yang hilang dalam kecelakaan itu.

Perlu diketahui sebelumnya, pada 29 Oktober, Lion Air Boeing 737 MAX 8 menabrak Laut Jawa tak lama setelah lepas landas dari Jakarta, menewaskan semua 189 orang di dalamnya.

Pesawat ini adalah versi terbaru dari keluarga 737, pesawat penumpang modern terlaris di dunia dan salah satu yang paling andal di industri.

Ethiopia milik negara adalah salah satu maskapai penerbangan terbesar di benua itu berdasarkan ukuran armada. Dikatakan sebelumnya bahwa pihaknya diperkirakan akan mengangkut 10,6 juta penumpang tahun lalu.

Kecelakaan besar terakhirnya adalah pada Januari 2010, ketika penerbangan dari Beirut turun tak lama setelah tinggal landas.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOTAN,CO.ID

Editor: Didik Trio
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved