Berita Tabalong

Karang Taruna Kecamatan Jaro Bakal Sediakan Paket Wisata di Desa Teratau

Desa Teratau Kecamatan Jaro memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dikelola oleh para pemuda desa.

Karang Taruna Kecamatan Jaro Bakal Sediakan Paket Wisata di Desa Teratau
BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati
Karang Taruna Muda Berkarya Desa Haratu Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Desa Teratau Kecamatan Jaro memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dikelola oleh para pemuda desa. Desa Teratau memiliki aset wisata alam berupa aliran sungai yang langsung mengalir dari pegunungan.

Aliran sungai yang memiliki air jernih dan bebatuan besar, dimanfaatkan warga untuk membuka wisata susur sungai. Dengan menggunakan mambu atau ban dalam untuk menyusuri sungai.

Pemandangan dikanan kiri sungai juga masih sejuk, selain rumah warga juga terdapat hutan yang kadang bisa melihat hewan liar seperti monyet.

Melalui karang taruna muda berkarya, wisata alam ini dikelola dan bahkan menjadi lapangan usaba baru bagi masyarakat. Selama satu tahun ini hasil dari pengelolaan wisata selain untuk kesejahteraan anggota juga untuk mengembangkan objek wisata baru.

Ketua Karang Taruna Samsul Hilal mengatakan pengunjjng yang datang untuk menikmati keindahan sungai juga bisa menyewa bambu rafting, ban dan kayak serta perahu karet, pengunjung memerlukan waktu satu jam untuk menyusuri sungai.

Baca: Pengusaha HST Ini Akan Dimintai Keterangan oleh KPK Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang Abdul Latif

Sebelumnya pengunjung akan dibawa ke area yang lebih tinggi menggunakan pick up sebelum akhirnya ditemani oleh satu pemandu untuk menyusuri sungai. Saat ini karang taruna muda berkarya memiliki dua unit kayak dan satu perahu karet.

"Kalau untuk lanting bambu harus pesan dulu satu hari sebelumnya agar dibuatkan,karena hanya satu kali pakai," ujarnya.

Untuk biaya penggunaan kayak Rp 160 per orang, perahu karet Rp 300 ribu untuk enam orang, lanting Rp 75 ribu perorang dan hanya bisa untuk dua orang satu pemandu.

Pengunjung banyak saat hari libur, sedangkan pada hari biasa masih belum banyak. Saat hari libur justru harus antri karena peralatannya terbatas. "Kalau libur bisa 300 orang perhari yang datang," ujarnya.

Pengunjung yang datang juga beragam, ada yang dari warga Tabalong dan sekitarnya ada pula yang jauh bahkan dari Palangkaraya. Sebagian besar mengetahui karena dari media sosial.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved