Berita Banjar

Ketua Gapensi Kalsel Minta Pengusaha Terbuka Saat Memberikan Keterangan Kepada Penyidik KPK

Ketua Gapensi Kalsel, H Edi Suryadi meminta pengusaha agar terbuka dalam memberikan keterangan kepada penyidik.

Ketua Gapensi Kalsel Minta Pengusaha Terbuka Saat Memberikan Keterangan Kepada Penyidik KPK
dok/banrmasinpost.co.id
Ketua Gapensi Kalsel, H Edi Suryadi meminta pengusaha agar terbuka dalam memberikan keterangan kepada penyidik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melayangkam Surat Panggilan kepada sejumlah pengusaha, kontraktor, penyedia barang dan jasa serta konsultan terkait tindak pidana pencucian uang yang diduga dilakukan oleh Mantan Bupati HST, Abdul Latif.

Ketua Gapensi Kalsel, H Edi Suryadi meminta pengusaha agar terbuka dalam memberikan keterangan kepada penyidik.

Dirinya pun membenarkan sudah mendapatkan informasi rencana KPK akan memintai keterangan pengusaha di Kalsel bertempat di Mako Brimob Polda Kalsel pada Kamis (14/3) mendatang. Menurutnya, jika mereka yang dimintai keterangan terbuka, maka saat memberikan keterangan merasa nyaman begitu pula penyidik juga nyaman.

Menurutnya, tidak bisa pula sepenuhnya menyalahkan pengusaha. Alasannya, sebagai pengusaha jika tidak ikut ‘irama’ daerah maka tidak akan mendapatkan pekerjaan. Jika pengusaha lokal tidak mendapatkan pekerjaan, otomatis yang masuk adalah pengusaha dari luar.

“Benar akan ada pemanggilan dari KPK, beberapa pengusaha. Saya himbau agar mereka terbuka saja, jangan ada yang ditutup-tutupi,” tambahnya.

Baca: Pengusaha HST Ini Akan Dimintai Keterangan oleh KPK Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang Abdul Latif

Salah seorang pengusaha di HST, Abu Permadi ketika dikonfirmasi membenarkan dirinya salah satu yang akan dimintai keterangan oleh KPK. Namun dirinya enggan menyebutkan siapa saja pengusaha lainnya yang turut dimintai keterangan sebagai saksi.

“Benar, akan dimintai keterangan, dalam minggu-minggu ini. Kalau tidak salah jumlahnya sekitar 140an, termasuk ada beberapa anggota DPRD HST,” katanya, Senin (11/3).

Pria yang juga menjabat Ketua Gapensi HST itu juga membenarkan, tempat pemeriksaan di Mako Brimob Polda Kalsel Banjarbaru, seperti yang tertera dalam Surat Panggilan dari KPK tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved