Ekonomi dan Bisnis

Perlambatan Ekonomi Global Bikin IHSG ke Zona Merah

Mengawali perdagangan Senin pagi (11/3/2019) dengan penguatan sebesar 0,56 persen, IHSG mengakhiri perdagangan sesi kedu ke zona merah.

Perlambatan Ekonomi Global Bikin IHSG ke Zona Merah
Banjarmasinpost.co.id/Mariana
Representative Officer PT Indo Premier Sekuritas sedang mengecek penutupan sesi kedua IHSG, Senin (14/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mengawali perdagangan Senin pagi (11/3/2019) dengan penguatan sebesar 0,56 persen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi kedua ke zona merah sebesar 0,26 persen ke level 6.366,43.

Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin, Herry Wachiedin menjelaskan, perlambatan ekonomi global lebih dominan dalam mempengaruhi perdagangan di bursa saham dalam negeri.

"Penguatan bursa utana Eropa di awal perdagangan ternyata tidak mampu mendorong IHSG untuk rebound, justru IHSG turun dalam penutupan di akhir sesi kedua seiring semakin membesarnya net sell asing," jelas Herry kepada Banjarmasinpost.co.id.

Ada 240 saham bergerak turun, 165 saham bergerak naik, dan 129 saham stagnan. Volume perdagangan 12,35 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,58 triliun.

Baca: Sehari Relawan di Rest Area Seberang MTQ Kandangan Siapkan 5.000 Porsi Makanan, Sumbangan Warga

Tujuh indeks sektoral memerah. Sektor industri dasar memimpin penurunan 1,14 persen. Sedangkan, sektor perdagangan memimpin penguatan 0,26 persen.

Saham-saham yang berkontribusi signifikan bagi pelemahan IHSG di antaranya PT Bank Danamon Indonesia Tbk/BDMN turun 3,9 persen, PT Bayan Resources Tbk/BYAN turun 4,26 persen, PT Bank Mandiri Tbk/BMRI turun 1,45 persen, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk/INKP turun 3,76 persen, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk/INTP turun 2,19 persen.

Awal pekan ini, asing mencatatkan aksi jual. Di pasar reguler, net sell asing Rp 504,066 miliar dan Rp 558,594 miliar keseluruhan market.

"Sementara itu, dari dalam negeri, penambahan cadangan devisa tidak mampu memperbaiki kondisi IHSG karena fokus pelaku pasar terhadap Indonesia lebih cenderung pada pemilu April 2019 nanti," pungkas Herry. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved