Berita Kalteng

Program 1,4 Juta Transmigran Dibahas Dalam Raker DAD Kalteng, ''Minta Warga Dayak Kompak''

Dewan Adat Dayak (DAD), Kalimantan Tengah, Minggu (10/3/2019) melakukan rapat kerja dengan mengundang semua

Program 1,4 Juta Transmigran Dibahas Dalam Raker DAD Kalteng, ''Minta Warga Dayak Kompak''
Banjarmasinpost.co.id/faturahman
Pembukaan Raker DAD Kalteng di Rumah Jabatan Gubernur Kalteng di Kawasan Bundaran Besar Palangkaraya, Minggu (11/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Dewan Adat Dayak (DAD), Kalimantan Tengah, Minggu (10/3/2019) melakukan rapat kerja dengan mengundang semua pengurus daerah Kabupaten dan Kota termasuk damang dan mantir adat untuk eksistensi warga dayak dalam membangun daerahnya.

Kehadiran warga dayak yang jumlahnya ratusan orang ini, untuk membicarakan banyak hal, bukan hanya untuk mensuskeskan pelaksanaan Pileg dan Pilpres mendatang juga termasuk membicarakan tentang rencana mensukseskan pelaksanaan transmigrasi di Kalteng yang mulai dilakukan dalam tahun 2019 ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah bupati di Kalteng yang juga adalah pengurus DAD Kabupaten dan Kota juga pengurus Majelis Adat Dayak Nasional dari Kalbar serta Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dan Ketua DAD Kalteng, H Agustiar Sabran serta pejabat lainnya.

Baca: Dokter Cantik Ini Mengaku Tak Punya Nomor Telepon 9191 atau 6161 Rasanya Belum Dokter Gigi

Baca: Baru 5 Bulan Setelah Indonesia, Boeing 737-800 MAX Kembali Jatuh, 149 Penumpangnya Tewas

Baca: Dibuka dengan Harga Rp 899.000, Xiaomi Redmi Go Dijual Hari Ini Mulai Pukul 10.00

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DAD Kalteng, Agustiar Sabran, mengatakan, ada beberapa agenda yang dibicarakan dalam rapat rersebut, bukan hanya masalah pengembangan budaya, tetapi juga masalah ekonomi, politik hingga masalah kesejaheraan warga dayak paling ditonjolkan dalam rapat kerja tersebut.

"Soal rencana program Transmigrasi di Kalteng juga kami bahas, ini untuk kesejahteraan rakyat Kalteng ,jadi memang harus dibahas,mohon dukungannya. Saya berharap, warga dayak jangan hanya jadi penonton di kampungnya, tetapi harus berperan penting dalam membangun daerahnya, sehingga kami mendukung program transmigrasi tersebut," ujarnya.

Agustiar, malah bingung masih ada yang menentang program yang akan merekrut dan memberikan peluang kerja banyak warga lokal untuk muda dalam mendapatkan lahan, sertifikat maupun fasilitas lainnya dari program Pemerintah Pusat tersebut.

"Ini untuk mensejahterakan warga lokal karena 60-70 persen transmigran lokal, bukan pendatang, tolong ini jangan dibelokkan," ujarnya.

Sementara itu, Sekjen MADN, Yakobus Kumis, mengatakan, pihaknya mendukung jika pelaksanaan transmigrasi tersebut untuk mensejahterakan masyarakat dayak, karena sudah selayaknya, warga dayak sebagai penghuni Pulau Kalimantan menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri."Kita harus sejahtera, pulau kalimantan ini adalah milik kita," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved