Berita HST

Sempat Ajukan Pra Peradilan, Tim Pengacara Abdul Latif Minta Kembalikan 10 Unit Ambulance

Kasus tindak pidana korupsi yang menyeret nama mantan Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif, kembali mencuat.

Sempat Ajukan Pra Peradilan, Tim Pengacara Abdul Latif Minta Kembalikan 10 Unit Ambulance
(Istimewa/KPK)
Mobil dan motor mewah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi dari Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/3/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kasus tindak pidana korupsi yang menyeret nama mantan Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif, kembali mencuat.

Usai penangkapan pada Januari 2018 lalu, KPK menetapkan tiga surat perintah penyidikan (spirindik) yakni suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Jika kasus penyuapan pada Januari 2018 lalu sudah putus tujuh tahun penjara dan masih dalam tahap pengajuan kasasi di Mahkamah Agung. Kini, kasus berbeda sedang menunggu Abdul Latif.

Kasus tersebut yakni gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang. Untuk kasus TPPU santer terdengar jika pengusaha di Hulu Sungai Tengah termasuk anggota DPRD dipanggil menjadi saksi.

Baca: Biaya Umrah di Fajar Risma Tour Bisa Diangsur, Segini Tarif Per Bulannya

Kuasa Hukum Abdul Latif, Masdari Tasmin, mengaku tidak tahu menahu siapa saja yang bakal dipanggil oleh KPK di Mako Brimob. Menurutnya, semua itu merupakan wewenang KPK.

Namun, ia menduga kasus TPPU mencuat karena ia sempat mengajukan pra peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tertanggal 14 Januari 2019. Pra peradilan yang diajukannya yakni terkait penyitaan mobil dan motor milik Abdul Latif.

Apalagi, setahun berjalan, kasus gratifikasi dan TPPU tidak berjalan. Sehingga pihaknya mengajukan pra peradilan. Sayang, ajuan pra preadilan kalah. PN Jakarta Selatan menolak dengan alasan tuntutan tim kuasa hukum sudah tidak sesuai.

Ia menyatakan sprindik gratifikasi dan TPPU tidak sah. Karena tersangka belum diperiksa sprindik sudah terbit. Kami menuntut pengembalian barang sitaan. "Pengadilan menolak, karena sudah masuk materi perkara," katanya, Selasa (12/3/2019).

Ia pun menyurati KPK untuk mengembalikan barang sitaan. Tuntutannya hanya pengembalian barang-barang yang dibeli Abdul Latif sebelum menjadi Bupati Hulu Sungai Tengah.

Baca: Ayu Ting Ting Desak Ruben Onsu Ceritakan Curhatan Luna Maya Usai Syahrini Reino Barack Menikah

Beberapa barang sitaan seperti 10 unit ambulance merupakan barang yang dibeli sebelum menjabat sebagai bupati.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved