Berita HSS

Warung Makan Banyak yang Tutup, Dampak Kekurangan Pasokan Ikan dari Banjarbaru dan Pelaihari

Baik ikan air tawar maupun ikan laut stok di pasar sedikit. Akibatnya, harganya pun menjadi mahal. Pemilik warung kesulitan mencari ikan.

Warung Makan Banyak yang Tutup, Dampak Kekurangan Pasokan Ikan dari Banjarbaru dan Pelaihari
banjarmasinpost.co.id/hanani
Pedagang buah dan sayur di Pasar Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Sejak Minggu, hingga Selasa (12/3/2019) persediaan ikan di pasar sedikit, pemilik warung makan kesulitan memenuhi ketersediaan menu ikan, seperti haruan, ikan mas, nila dan jenis ikan tawar lainnya yang sebagian dipasok dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan ikan di HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Terganggunya kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Banjar saat arus balik pelaksanaan haul Guru Sakumpul membuat pemilik warung makan kesulitan mencari ikan di Pasar Kandangan, Hulu Sungai Selatan.

Baik ikan air tawar maupun ikan laut stok di pasar sedikit. Akibatnya, harganya pun menjadi mahal.

Salah satu pemilik warung makan di Simpang Lima, Kandangan, yang biasa menyediakan menu ikan bakar, pepes dan goreng, kepadabanjarmasinpost.co.id,  Selasa (12/3/2018) mengatakan, sudah dua hari ini harga ikan mahal, dan persediaan terbatas.

"Menurut informasi pedagang di pasar Kandangan, pemasok dari Banjarbaru dan Pelaihari kesulitan mengirim stok ikan, karena jalan masih macet sejak Senin malam hingga Selasa hari ini,"ungkap pemilik warung tadi. Kondisi tersebut juga terjadi Minggu, 10 Maret kemarin.

Baca: Tujuh Mahasiswa Doktoral dari Filipina Lakukan Studi Soal Rehabilitasi Narkoba di RSJ Sambang Lihum

Banyak warung-warung tutup. Dijelaskan, pemilik warung makan tadi, biasanya untuk ikan nila, patin dan ikan keramba lainnya pedagang di pasar Kandangan dipasok dari wilayah Banjarbaru dan kabupaten Banjar karena pasokan dari petambak lokal belum mencukupi. Sedangkan ikan laut dipasok dari, Pelaihari dan Batulicin.

"Selain kesulitan mengirim pasokan ikan ke hulu sungai karena jalan di daerah Sungkai dan Binuang yang masih belum lancar, kemungkinan kata pemilik warung makan tadi juga sebagain besar untuk konsumsi jemaah haul yang membeludak selama beberapa hari di Sakumpul, di mana banyak masyarakat dan pemilik warung menyediakan makan gratis untuk jemaah pengendara sepeda motor maupun mobil dari luar daerah," katanya.

Disebutkan, khusus untuk ikan haruan, dan papuyu sejak Minggu kemarin malah sudah tidak ada di pasar. Adanya cuma toman, itupun mahal Rp 40 ribuan satu kilogram,"katanya.

Namun, untuk pasokan ayam potong maupun ayam kampung, disebutkan masih normal. Hingga hari ini, masih banyak warung makan yang tutup, khususnya di kawasan Halamau,

Simpang Lima dan Durian sumur yang menyediakan masakan khas Banjar dengan menu ikan pepes dan bakar.

Baca: Besok Sidang Pembacaan Tuntutan Pelaku Pembunuh Perempuan Dalam Mobil Swift di PN Martapura

Di HSS sendiri, banyak terdapat warung makan, dengan menu bervariasi mulai masakan Banjar, Padang, Jawa, serta masakan daerah lainnya, termasuk warung-warung seafood yang bertebaran di sejumlah titik di Kota Kandangan.

Sementara, pantauanbanjarmasinpost.co.id, hari ini, di Pasar Kandangan, persediaan ikan tak seperti biasa yang relatif banyak. Jenis ikan yang ada hanya peda, nila serta ayam potong pedaging. "Besok mungkin sudah banyak lagi,kalau kondisi arus lalu lintas tak macet lagi,"ungkap salah satu pedagang ikan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved