Berita Banjarbaru

Cerita Bambang Dapat si Galuh Saat Mengais Rezeki dari Pasir Penambangan Intan di Sungai Tiung

Bambang dan beberapa temannya sangat yakin sisa pasir bekas penambangan intan di Desa Pumpung Kelurahan Sungai Tiung di Kecamatan Cempaka Banjarbaru.

Cerita Bambang Dapat si Galuh Saat Mengais Rezeki dari Pasir Penambangan Intan di Sungai Tiung
capture /banjamasin Post
Harian Banjarmasin Post edisi Rabu (13/3/2019) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tangah Bambang (23) memegang erat linggangan berwarna hitam. Kemudian dia pelahan-lahan memasukan tubuhnya ke kolam yang berisis air berwarna cokelat.

Setelah air merendam tubuhnya sepinggang, Bambang mengambil pasir sisa penambangan intan yang ada di dasar dan sekitar kolam. Kemudian kedua tangan Bambang dengan lincarnya memutar-mutar linggangan di atas.

Nah, pada bagian akhir inilah yang sangat menentukan rezeki Bambang. Dapat butiran intan atau tidak sama sekali. Karena itulah sorot mata Bambang terus tertuju pada pasir yang dilinggangnya (diayaknya).

Bambang dan beberapa temannya sangat yakin sisa pasir bekas penambangan intan di Desa Pumpung Kelurahan Sungai Tiung di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru masih ada si Galuh (sebutan untuk intan yang lazim di kalangan pendulan).

"Nah, ada intannya. Kecil sekali ini, paling harganya Rp 20 ribu," kata Bambang senang, di sela-sela aktivitasnya mengais rezeki dari sisa-sisa pasir pertambangan di Desa Pumpung Kelurahan Sungai Tiung di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Selasa (12/3/2019).

Baca: Bom Meledak Saat Polisi Periksa Rumah Terduga Teroris di Sibolga, Dua Orang Terkena Serpihan

Bagi orang awam, sangat sulit membedakan antara intan atau pasir. Namun tidak bagi Bambang, yang sudah lama menggeluti aktivitas malinggang intan.

"Bedanya hanya cahaya. Kalau intan atau emas bercahaya. Sedang pasir, meski ada unsur batunya, tidak mengilap," ujarnya.

Intan mentah itu kemudian Bambang simpan. Menyimpannya tidak dalam kantong atau tempat khusus, melainkan ditancapkan dalam alat linggangannya itu. Apakah tidak akan hilang?

“Intan mentah itu tidak hilang, meski alat linggangan itu digunakan lagi untuk malinggang pasir. Bila sudah ditancapkan dalam Linggangan, intan itu tidak jatuh lagi ke dalam air,” ujarnya.

Bambang merahasiakan berapa banyak intan metah yang didapatnya setiap hari. “Ya cukup untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved